19.768 Kasus ISPA Tercatat di Tebo hingga 2 September, Warga Diminta Waspada Kabut Asap

Kamis, 03 September 2026 - 15:36:46 WIB - Dibaca: 54 kali

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP. Foto: Subahan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo mencatat 19.768 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 2026 hingga 2 September. Kasus tersebut merupakan akumulasi laporan dari 20 wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Tebo.

Berdasarkan Laporan Harian Kasus ISPA Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, hingga minggu ke-34 tercatat sebanyak 19.301 kasus.

Angka tersebut kemudian bertambah dalam laporan harian pada akhir Agustus hingga awal September. Pada 30 Agustus tercatat 132 kasus, 31 Agustus sebanyak 109 kasus, 1 September sebanyak 226 kasus, dan 2 September mencapai 165 kasus.

Jika ditambahkan, terdapat 632 kasus baru dalam periode 30 Agustus-2 September. Total kumulatif kasus ISPA sepanjang 2026 hingga 2 September pun menjadi 19.768 kasus.

Dinkes Tebo menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi kasus sejak awal 2026, sehingga tidak seluruhnya dapat dikaitkan dengan kondisi kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dari penambahan kasus selama empat hari tersebut, angka tertinggi terjadi pada 1 September dengan 226 kasus dalam sehari.

Pulau Temiang Tertinggi

Dari 20 wilayah kerja puskesmas, Puskesmas Pulau Temiang mencatat kasus ISPA terbanyak, yakni 2.482 kasus.

Disusul Puskesmas Tuo Pasir Mayang dengan 2.416 kasus dan Puskesmas Rimbo Bujang IX sebanyak 2.287 kasus.

Kemudian Puskesmas Rimbo Bujang II mencatat 1.694 kasus, Puskesmas Mengupeh 1.447 kasus, Puskesmas Sumber Sari 1.402 kasus, serta Puskesmas Alai Ilir sebanyak 904 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap dan partikulat di udara.

Menurut Riana, kondisi tersebut dapat mengganggu sistem pernapasan, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

"Masyarakat kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara sedang buruk dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah," kata Riana.

Ia juga meminta warga yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, demam, atau kondisi kesehatan yang memburuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain menggunakan masker, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gangguan kesehatan, khususnya ISPA, selama kondisi kabut asap masih terjadi," ujarnya. (San)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA