Kabut Asap Menyelimuti, Ratusan Warga Kumpeh Ulu Gelar Salat Istisqa

Minggu, 06 September 2026 - 14:33:55 WIB - Dibaca: 205 kali

Ratusan warga mengikuti Salat Istisqa di tengah kabut asap dan kemarau di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi. Foto: Rahim
Ratusan warga mengikuti Salat Istisqa di tengah kabut asap dan kemarau di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI — Ratusan warga melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Bola Kaki Dusun Bangun Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (6/9/2026) pagi. Salat digelar sebagai ikhtiar masyarakat memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Salat Istisqa berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB. Warga dari Desa Ramin dan Desa Teluk Raya serta sejumlah lapisan masyarakat lainnya berkumpul di lapangan untuk melaksanakan salat dan memanjatkan doa bersama.

Pelaksanaan salat berlangsung di tengah kondisi udara yang kurang baik. Kabut asap terlihat menyelimuti kawasan sekitar lapangan. Kondisi kekeringan juga mulai dirasakan masyarakat, termasuk sejumlah sumur warga yang dilaporkan mulai mengalami kekeringan.

Sebelum salat dimulai, Kepala Desa Ramin, Datuk Hartoyo, mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.

Ia meminta warga tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) perlu dilakukan bersama agar kondisi kabut asap tidak semakin parah.

"Kita mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya bisa dirasakan bersama," ujar Datuk Hartoyo.

Setelah penyampaian imbauan tersebut, jamaah melaksanakan Salat Istisqa dengan Ustadz Yasin Alfadani, SH sebagai imam. Sementara khutbah disampaikan Ustadz Sodikin Alawi.

Dalam khutbahnya, Ustadz Sodikin mengajak jamaah melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, bertaubat, serta memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

Ia mengatakan Salat Istisqa bukan hanya bentuk permohonan agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperbaiki diri dan menjaga lingkungan.

"Perbanyak istighfar dan taubat, serta mari kita memohon ampun kepada Allah. Semoga dengan ikhtiar dan doa bersama ini, Allah SWT memberikan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat," kata Ustadz Sodikin Alawi. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA