Bupati Dedy Putra Perkuat Koordinasi OPD dan Camat, Fokus pada Pelayanan Publik

Rabu, 09 September 2026 - 15:50:19 WIB - Dibaca: 59 kali

Bupati Bungo Dedy Putra bersama Wakil Bupati Ust. Dayat dan Sekda Bungo duduk di jajaran depan saat rapat bersama kepala OPD dan camat di Ruang Cempaka, Bappeda Bungo, Rabu (9/9/2026). Foto: Saudi
Bupati Bungo Dedy Putra bersama Wakil Bupati Ust. Dayat dan Sekda Bungo duduk di jajaran depan saat rapat bersama kepala OPD dan camat di Ruang Cempaka, Bappeda Bungo, Rabu (9/9/2026). Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn. memimpin rapat bersama jajaran Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian hingga para Camat se-Kabupaten Bungo di Ruang Cempaka, Bappeda Kabupaten Bungo, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan roda pemerintahan berjalan dalam satu arah. Bukan hanya membahas pelaksanaan program, rapat juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara perangkat daerah dengan pemerintah kecamatan.

Kehadiran seluruh camat dalam forum tersebut memiliki arti strategis. Sebab, kecamatan menjadi salah satu simpul pemerintahan yang berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat di wilayah.

Di sisi lain, OPD memiliki tanggung jawab dalam menerjemahkan kebijakan kepala daerah ke dalam program dan kegiatan. Karena itu, sinkronisasi antara OPD dan kecamatan menjadi penting agar kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pelayanan dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Dedy Putra Tekankan Kerja Pemerintahan Harus Terarah

Bupati Bungo H. Dedy Putra dalam arahannya menekankan pentingnya seluruh jajaran bekerja secara terarah, disiplin dan memiliki kesamaan langkah dalam menjalankan program pemerintah daerah.

Menurut Dedy, setiap perangkat daerah memiliki peran masing-masing, namun seluruhnya harus bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap program yang dijalankan harus memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi antar-OPD dan dengan kecamatan harus terus diperkuat,” ujar Dedy.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemkab Bungo dalam penyusunan program pembangunan. Sebelumnya, Dedy juga menegaskan pentingnya menentukan program berdasarkan skala prioritas agar anggaran yang tersedia digunakan secara efektif, efisien dan tepat sasaran.

Wakil Bupati: Jangan Ada Program Berjalan Sendiri

Wakil Bupati Bungo Ust. Dayat juga menjadi bagian penting dalam penguatan koordinasi pemerintahan tersebut.

Ia menekankan perlunya komunikasi dan sinergi antarlembaga agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh jajaran bisa bekerja bersama. Jangan sampai ada program yang berjalan sendiri tanpa koordinasi, karena pada akhirnya masyarakat yang akan menerima dampaknya,” kata Ust. Dayat.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kabupaten, OPD dan kecamatan harus terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusinya.

Kecamatan Menjadi Ujung Tombak

Dalam perspektif pemerintahan daerah, posisi camat cukup strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Informasi mengenai persoalan sosial, pelayanan publik, pembangunan maupun kebutuhan masyarakat di wilayah dapat menjadi bahan penting bagi pemerintah kabupaten dalam mengambil kebijakan.

Karena itu, forum yang mempertemukan kepala OPD dan camat dapat menjadi jembatan untuk menyelaraskan kebijakan dengan kondisi faktual di lapangan.

Bappeda sendiri memiliki posisi penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Sebelumnya, Pemkab Bungo telah menempatkan Bappeda sebagai bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan dan menyusun perencanaan daerah.

Rapat yang dipimpin Bupati Dedy Putra tersebut pada akhirnya bukan sekadar agenda rutin birokrasi. Lebih jauh, forum itu memperlihatkan kebutuhan pemerintah daerah untuk memastikan setiap unsur pemerintahan bergerak dalam arah yang sama.

Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan keterbatasan sumber daya anggaran, koordinasi menjadi salah satu kunci agar program pemerintah tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kita ingin seluruh perangkat daerah bekerja dengan satu semangat dan satu tujuan. Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya banyaknya program yang dibuat, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Dedy Putra. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA