Satgas Karhutla Bungo Cek Lahan Terbakar 2 Hektare, Tipiter Turut Dilibatkan

Kamis, 10 September 2026 - 12:05:08 WIB - Dibaca: 103 kali

Petugas Satgas Karhutla melakukan pengecekan lahan yang terbakar di Desa Sarana Jaya. Foto: Saudi
Petugas Satgas Karhutla melakukan pengecekan lahan yang terbakar di Desa Sarana Jaya. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terdeteksi di Kabupaten Bungo, Jambi. Menindaklanjuti satu titik panas atau hotspot, Satgas Karhutla Kabupaten Bungo bersama unsur terkait melakukan ground check di Desa Sarana Jaya, Kecamatan Bathin III, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan pantauan satelit, satu titik hotspot terdeteksi dengan tingkat kepercayaan sedang pada koordinat 102.0886124° BT dan -1.4135480° LS. Petugas kemudian bergerak ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB untuk memastikan kondisi di lapangan.

Hasil pengecekan menemukan sekitar dua hektare lahan milik H. Nero telah terbakar. Lahan tersebut merupakan kawasan tanah mineral yang berada di depan Kantor Satlantas Polres Bungo.

Saat petugas tiba, api sudah dalam kondisi padam sehingga tidak ditemukan lagi kobaran api di lokasi. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lahan dan mengumpulkan informasi untuk mendukung penanganan lebih lanjut.

Dalam proses pengecekan tersebut, Satgas Karhutla Kabupaten Bungo berkoordinasi dengan Tipiter Satreskrim Polres Bungo dan Tim Manggala Agni. Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga dimintai keterangan.

Selain itu, kegiatan melibatkan BNPB Kabupaten Bungo, Manggala Agni, Basarnas, KBO Sat Samapta Polres Bungo, Tim Satgas Operasi Aman Nusa II-2026 serta masyarakat setempat.

Petugas melakukan pencarian titik koordinat hotspot, pengecekan kondisi lahan, dokumentasi serta pengumpulan keterangan dari warga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus mendukung proses penanganan apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum.

Kasi Humas Polres Bungo IPTU Bambang JM mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih saat kondisi wilayah rawan Karhutla.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar IPTU Bambang JM.

Ia menegaskan, pemantauan dan penyisiran akan terus dilakukan bersama unsur terkait, terutama di wilayah yang terindikasi memiliki hotspot.

“Upaya ini merupakan bagian dari langkah bersama untuk mencegah munculnya titik api baru dan mengantisipasi agar Karhutla tidak meluas di wilayah Kabupaten Bungo,” pungkasnya. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA