JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, kembali berada pada level mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan IQAir.com pada Senin (15/9/2026) pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI? mencapai 236.
Angka tersebut masuk kategori Sangat Tidak Sehat. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 161,2 µg/m³.
Konsentrasi tersebut disebut mencapai 32,2 kali nilai panduan tahunan PM2.5 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Selain PM2.5, PM10 tercatat 225 µg/m³, NO? sebesar 19 µg/m³, SO? sebesar 2 µg/m³, serta karbon monoksida (CO) mencapai 616,3 µg/m³.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di sekitar Muara Tebo masih berada dalam tekanan polusi partikulat yang tinggi. IQAir menempatkan kualitas udara Muara Tebo dalam kategori Sangat Tidak Sehat.
Kabut Asap Kembali Menebal
Kabut asap juga masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tebo. Kondisi ini terlihat kembali memburuk pada Senin pagi setelah sehari sebelumnya kabut asap sempat tampak menipis.
Kabut asap membuat jarak pandang berkurang dan udara terasa tidak nyaman. Sejumlah warga juga mengeluhkan mata perih dan gangguan pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
DPRD Minta Penanganan Kabut Asap Diperkuat
Anggota DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa, menilai kondisi kualitas udara yang kembali memburuk harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
"Kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena masyarakat sudah cukup lama menghadapi kabut asap. Pemerintah perlu memperkuat penanganan di lapangan, terutama memastikan sumber-sumber kebakaran segera ditangani dan tidak kembali meluas," kata Liga Marisa.
Dia juga mengingatkan agar masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
"Kita tentu berharap persoalan kabut asap ini segera teratasi. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menghirup udara yang tidak sehat. Pencegahan dan penanganan kebakaran harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan," ujarnya. (syh)
Bisnis Toko Baju Makin Sepi, Pengusaha Rimbo Bujang Soroti Perubahan Pola Belanja
Siswa MIN 4 Tebo Juara 1 Matematika Terintegrasi OMI 2026 Tingkat Kabupaten
Sosialisasi Keringanan PKB 2026, Wabup Tebo Tekankan Sinergi
Konsolidasi Golkar Tebo Berlanjut, Irmawan Ginting Kembali Pimpin Serai Serumpun
Peduli Dampak Asap Karhutla, PMR SMKN 8 Tebo Turun ke Jalan Bagikan Masker