Sepanjang 2026, Damkar Kota Jambi Catat 179 Kejadian Kebakaran

Rabu, 16 September 2026 - 14:48:42 WIB - Dibaca: 67 kali

Petugas Damkar memadamkan kebakaran lahan menggunakan armada dan selang pemadam. Foto: Rahim
Petugas Damkar memadamkan kebakaran lahan menggunakan armada dan selang pemadam. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi mencatat sebanyak 179 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga pertengahan September 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan jumlah kejadian kebakaran yang tercatat dalam tiga tahun sebelumnya.

Data tersebut dikonfirmasi wartawan Jambiprima.com pada Rabu (16/9/2026). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan kebakaran lahan menjadi kasus yang paling banyak ditangani petugas sepanjang periode tersebut.

“Dari keseluruhan kejadian kebakaran, yang paling banyak adalah kebakaran lahan, yakni sebanyak 84 kejadian,” kata Mustari.

Selain kebakaran lahan, Damkar Kota Jambi mencatat 48 kejadian kebakaran gardu listrik, 31 kejadian kebakaran tempat pembuangan sampah, serta 21 kejadian kebakaran bangunan.

Mustari menjelaskan, kebakaran lahan menjadi perhatian karena kondisi lahan yang kering selama musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api. Namun, sebagian besar kejadian kebakaran lahan di wilayah Kota Jambi dapat segera ditangani setelah petugas menerima laporan dari masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan, Damkar mengerahkan armada dari sejumlah pos pemadam. Apabila kondisi kebakaran membutuhkan tambahan personel maupun armada, dukungan juga diberikan dari Markas Komando.

Damkar Kota Jambi juga memprioritaskan penanganan kebakaran lahan yang berada di sekitar permukiman warga. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat.

Sementara itu, kebakaran lahan yang berada jauh dari permukiman menjadi kewenangan satuan tugas karhutla yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.

Mustari mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lahan yang mulai mengering selama musim kemarau. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

“Kalau ada lahan yang mulai kering di sekitar rumah, masyarakat bisa membasahinya untuk mengurangi risiko api meluas. Yang paling penting jangan melakukan pembakaran sembarangan,” tuturnya. (sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA