Tiga Mantan Rio Diduga Terlibat PETI, Alat Berat Kembali Beroperasi di Dusun Baru

Jumat, 18 September 2026 - 11:38:44 WIB - Dibaca: 86 kali

Lokasi yang disebut warga sebagai tempat kembali beroperasinya aktivitas PETI di Dusun Baru Lubuk Mengkuang. Foto: Saudi
Lokasi yang disebut warga sebagai tempat kembali beroperasinya aktivitas PETI di Dusun Baru Lubuk Mengkuang. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali beroperasi di Dusun Baru Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo.

Warga menyebut satu unit ekskavator beraktivitas di sekitar bantaran sungai.
Aktivitas itu terpantau pada Kamis, 10 September 2026.

Warga mengaku kecewa karena tambang tersebut kembali berjalan setelah sebelumnya sempat berhenti menyusul aksi penolakan masyarakat.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut alat berat tersebut diduga berkaitan dengan dua mantan Datuk Rio Dusun Baru, yakni Ir dan Nin serta Lkn.“Memang itu alat mereka. Lahannya juga punya mereka. Tapi aliran sungai ini milik masyarakat banyak,” kata warga tersebut, Jumat (18/9/2026).

Dikatakannya, aktivitas PETI sempat terhenti selama beberapa pekan. Namun, belakangan kegiatan penambangan kembali berlangsung.

“Seolah-olah menantang masyarakat dan APH. Sekarang malah makin terbuka,” ujarnya.

Warga juga mengkhawatirkan dampak aktivitas penambangan terhadap kondisi lingkungan dan sumber air. Mereka menyebut sejumlah sumur warga di bagian hulu mulai mengalami kekeringan.

“Harapan kami, pemilik alat berat di hulu punya hati dan akal sehat. Kondisi masyarakat sekarang sudah banyak yang kekeringan air sumur,” katanya.

Warga meminta aparat penegak hukum menelusuri aktivitas tersebut, termasuk pihak yang mengoperasikan alat berat dan dugaan kepemilikannya.

“Kami resah. Sungai rusak, air keruh, sumur kering. Tolong APH tindak tegas kalau memang aktivitas itu ilegal,” ujarnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Limbur Lubuk Mengkuang, Wili dikonfirmasi awak media mengatakan pihaknya, belum mengetahui secara pasti pihak yang disebut warga terkait aktivitas PETI tersebut.

“Kami belum tahu pasti apakah memang yang bersangkutan, tiga mantan Rio di Limbur, bermain PETI dengan alat berat. Nanti kami telusuri terlebih dahulu,” kata Wili. (sab)





BERITA BERIKUTNYA