JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR– Anggapan bahwa kehidupan di lembaga pemasyarakatan hanya berkutat pada hukuman terbantahkan oleh pengalaman mahasiswa Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Saat berkunjung ke Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, mereka melihat langsung program pembinaan yang membekali warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
Kunjungan melalui kegiatan Education Trip (Edutrip) itu berlangsung pada Kamis (15/10/2026). Sebanyak 21 mahasiswa bersama tiga dosen, termasuk Wakil Rektor III Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr Nurul Hidayah Tumadi, mengikuti kegiatan tersebut.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, bersama jajaran pejabat struktural.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya mendapat penjelasan mengenai sistem pemasyarakatan, tetapi juga diajak melihat langsung program pembinaan yang dijalankan di lingkungan lapas.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian ialah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Di area tersebut, warga binaan menjalankan berbagai kegiatan produktif, mulai dari budidaya perikanan di 20 kolam, perkebunan pisang, tebu dan kangkung, hingga peternakan ayam kampung serta bebek.
Berbagai kegiatan itu menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja. Harapannya, mereka memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, mengapresiasi kunjungan civitas akademika Universitas Islam An-Nadwah. Menurutnya, keterlibatan dunia pendidikan penting untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai fungsi pemasyarakatan.
“Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang bertujuan membentuk kembali warga binaan agar mampu berintegrasi secara positif di tengah masyarakat,” kata Iwan.
Ia berharap kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang proses pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembinaan dilaksanakan secara humanis, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku,” ujarnya.
Wakil Rektor III Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr Nurul Hidayah Tumadi, juga mengapresiasi kesempatan belajar langsung yang diberikan pihak lapas kepada mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan edutrip membantu mahasiswa memahami praktik sistem pemasyarakatan, termasuk tantangan yang dihadapi serta upaya membekali warga binaan agar dapat kembali berperan di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses pembinaan, hak dan kewajiban warga binaan, program kemandirian, hingga peran pemasyarakatan dalam mendukung reintegrasi sosial.
Salah seorang mahasiswa, Putri, mengaku mendapat perspektif baru setelah melihat langsung kondisi dan aktivitas warga binaan. Pengalaman tersebut, menurutnya, berbeda dari gambaran negatif yang selama ini kerap ditemuinya di media sosial.
“Berbeda dari berita negatif yang dikabarkan di media sosial bahwa mereka disiksa dan lain sebagainya, ternyata tidak sama sekali di Lapas Kuala Tungkal. Justru mereka diberi bekal untuk bebas kelak,” ujar Putri. (rhm)
UMKM Tanjabbar Didorong Melek Digital, Kredit Bersubsidi Disiapkan
Polemik Pipa Migas Montd’Or Makin Panas! Dugaan Penyerobotan Lahan Berujung Ancaman Pidana
Kebun Sawit Diduga Dirusak, PT Montd’Or dan PT Olindo Disomasi!
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes-IWO Tanjab Barat Bagikan Ribuan Masker
Khalis Mustiko Buka Muscam VI, Sunyoto dan H. Sabli Kembali Nahkodai Golkar
Tak Cuma BPJS, PT PBM Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Tebo Ilir
Ketua TP PKK Tebo Buka TOT Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an