JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Berawal dari rasa penasaran terhadap pohon kakao di depan rumah, Nisrina Hanifah berhasil merintis usaha cokelat lokal bernama Telanai Coklat. Berbekal belajar secara otodidak, ia mengolah biji kakao Jambi menjadi cokelat batang premium yang kini dipasarkan di sejumlah pusat oleh-oleh dan kafe.
Kisah perjalanan bisnis Nisrina tersebut dibagikan dalam program Mozaik Indonesia di RRI Jambi. Usaha yang dirintis sejak pandemi COVID-19 itu menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas anak muda dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis.
Nisrina yang merupakan alumni Ilmu Komunikasi mengawali usahanya dengan mempelajari proses pengolahan cokelat melalui internet. Ia mendalami tahapan produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan biji kakao hingga menjadi produk cokelat siap konsumsi.
Berbeda dari cokelat pabrikan pada umumnya, Telanai Coklat mengutamakan kualitas biji kakao lokal dengan proses fermentasi yang diperhatikan. Produk tersebut juga mengedepankan pengolahan alami tanpa bahan pengawet.
"Kami ingin memastikan produk yang dihasilkan sehat. Itulah keunikan kami, tidak memakai bahan kimia sama sekali," tutur Nisrina saat berbincang dengan host Adi Putra.
Di balik pengembangan bisnisnya, Nisrina juga memiliki perhatian terhadap pemberdayaan anak muda melalui kreativitas dan kewirausahaan. Ia terpilih mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Ia juga pernah mengikuti pelatihan bisnis di National University of Singapore. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memperluas wawasan dan mengembangkan Telanai Coklat agar mampu bersaing di pasar.
Saat ini, produk Telanai Coklat telah tersedia di sejumlah pusat oleh-oleh dan kafe di Jambi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk berbahan baku lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas jika dikembangkan dengan memperhatikan kualitas dan inovasi.
Nisrina pun mendorong generasi muda agar tidak takut memulai usaha, meskipun harus berhadapan dengan persaingan dan berbagai tantangan. Menurutnya, kemauan belajar dan keberanian mencoba menjadi modal penting untuk membangun bisnis.
"Kuncinya adalah berani memulai, terbuka terhadap ilmu baru, dan jangan ragu untuk melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari orang-orang sukses," katanya kepada meda, Jum'at (23/10/2026). (tdr)
Polres Muaro Jambi Sosialisasikan Layanan 110 saat Jumat Keliling di Jaluko
Media Online Menjamur, Mursyid Sonsang Soroti Profesionalisme dan Peran Dewan Pers
Kemas Faried Pastikan DPRD Kawal RAPBD Kota Jambi 2027, Pelayanan Publik Tak Boleh Turun
APBD Kota Jambi 2027 Turun Rp142 Miliar, PAD Justru Ditargetkan Naik
Pemkot Jambi Siapkan Bantuan Beras untuk 49 Ribu KPM, Warga Wajib Terdaftar di Perlinsos
Kemarau Panjang Hantam Petani Jagung di Kota Jambi, 5 Hektare Gagal Panen
Harga Sawit di Kuamang Kuning Bervariasi, Tertinggi Rp2.950 per Kilogram