Kemarau Panjang Hantam Petani Jagung di Kota Jambi, 5 Hektare Gagal Panen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:30:21 WIB - Dibaca: 31 kali

Petani memeriksa tanaman jagung yang mengering akibat kekurangan air di tengah kemarau panjang yang berdampak pada lahan pertanian. Foto: David
Petani memeriksa tanaman jagung yang mengering akibat kekurangan air di tengah kemarau panjang yang berdampak pada lahan pertanian. Foto: David ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kemarau panjang yang melanda Kota Jambi berdampak serius terhadap petani jagung. Dari 15 hektare lahan yang telah ditanami, sekitar 5 hektare dilaporkan mengalami gagal panen akibat keterbatasan air.

Sementara itu, dari total 53 hektare lahan yang disiapkan untuk budidaya jagung, baru 15 hektare yang ditanami. Petani terpaksa menunda penanaman di lahan lainnya karena kondisi cuaca dan ketersediaan air belum mendukung.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Amiruddin, mengatakan dampak kemarau tahun ini cukup besar terhadap aktivitas pertanian. Kondisi tersebut membuat petani harus menyesuaikan jadwal tanam guna menghindari kerugian yang lebih besar.

“Memang dampak kemarau ini sangat luar biasa dan petani kita menunda tanam,” kata Amiruddin.

Menurutnya, kekurangan air tidak hanya menyebabkan sebagian tanaman mengalami gagal panen, tetapi juga menghambat pertumbuhan jagung di lahan yang sudah ditanami. Akibatnya, produktivitas tanaman diperkirakan mengalami penurunan.

Penundaan masa tanam menjadi langkah yang diambil petani untuk menekan risiko kerugian. Sebab, penanaman dalam kondisi tanah yang terlalu kering berisiko membuat benih tidak tumbuh optimal, bahkan tanaman mati akibat kekurangan air.

Kondisi ini membuat petani harus lebih cermat menentukan waktu tanam. Tanpa dukungan air yang cukup, biaya produksi yang dikeluarkan dikhawatirkan tidak sebanding dengan hasil panen yang diperoleh.

Adapun lahan yang belum ditanami masih menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting sebelum petani melanjutkan budidaya jagung.

Jika kemarau berlangsung lebih lama, produktivitas jagung di Kota Jambi berpotensi semakin tertekan. Selain meningkatkan risiko gagal panen, kondisi tersebut juga dapat menggeser jadwal tanam dan memengaruhi target produksi.

Petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar penanaman dapat dilanjutkan dan kerugian akibat kekeringan tidak semakin meluas. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA