Kebakaran Hebat di Pasar Unit 6 Tebo, Enam Ruko Ludes, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Minggu, 01 November 2026 - 13:32:06 WIB - Dibaca: 67 kali

Kobaran api menghanguskan enam unit ruko semi permanen di kawasan Pasar Unit 6, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Foto: Subahan
Kobaran api menghanguskan enam unit ruko semi permanen di kawasan Pasar Unit 6, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kebakaran menghanguskan enam rumah toko (ruko) semi permanen di kawasan Pasar Unit 6, Jalan Meranti, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Sabtu (31/10/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.12 WIB itu membuat kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan pertokoan milik warga.

Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran.

Empat armada tersebut terdiri dari dua unit Pos Damkar Rimbo Bujang, satu unit Pos Damkar Tebo Ulu, serta satu unit dari Markas Komando (Mako) Kabupaten Tebo.

Enam ruko yang terbakar diketahui milik Rajab, Juntak, Subhan, Diki, Sucipto, dan Ucok. Luas area kebakaran diperkirakan mencapai 50 x 30 meter.

Petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan pada Minggu (1/11/2026) dini hari, sekitar pukul 00.06 WIB.

Setelah memastikan kondisi terkendali, seluruh armada kembali ke markas sekitar pukul 00.26 WIB.

Kabid Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo, Habibi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan, empat armada diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman.

"Kami mengerahkan empat unit armada, yakni dua dari Pos Damkar Rimbo Bujang, satu dari Pos Damkar Tebo Ulu, dan satu dari Mako Pal 12 Tebo Tengah," kata Habibi saat dikonfirmasi Sidakpost.id.

Sementara itu, Komandan Pos Damkar Rimbo Bujang, Paijo mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Adapun penyebab kebakaran maupun sumber titik api belum diketahui. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Paijo mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat menggunakan instalasi listrik, kompor gas maupun peralatan memasak lainnya.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di sekitar permukiman, karena api dapat merambat dan memicu kebakaran.

"Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api dan instalasi listrik perlu menjadi perhatian bersama untuk mencegah kebakaran serupa," pungkasnya. (san)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA