JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, sejak Kamis (29/10/2026) menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat tajam. Pada Jumat (30/10/2026), luapan air terlihat di Sungai Batang Tebo hingga Sungai Batang Pelepat.
Kondisi Sungai Batang Pelepat menjadi perhatian warga setelah derasnya arus membawa material kayu, ranting, hingga batang pohon berukuran besar. Material tersebut terlihat memenuhi sebagian permukaan sungai dan hanyut mengikuti aliran air.
Peristiwa ini turut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Salah satunya diunggah melalui akun Facebook Ahmad Pudaili yang memperlihatkan kondisi Sungai Batang Pelepat dengan arus deras dan dipenuhi potongan kayu.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah warga berusaha menjauh dari kawasan tepian sungai. Pengunggah video juga mengingatkan masyarakat yang bermukim di wilayah hilir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan datangnya luapan air.
Selain memperlihatkan derasnya aliran sungai, rekaman tersebut menunjukkan keberadaan alat berat di sekitar bantaran sungai. Kondisi tanah di lokasi juga tampak telah mengalami penggalian. Namun, belum diketahui secara pasti aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut.
Sementara itu, peningkatan debit air sungai juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sarolangun, tepatnya di wilayah Kecamatan Batang Asai.
Hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis malam menyebabkan Sungai Batang Asai meluap dengan membawa potongan kayu dan ranting.
Berdasarkan video yang beredar, sebuah alat berat yang disebut digunakan dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dilaporkan terseret derasnya arus Sungai Batang Asai. Informasi mengenai kondisi alat berat tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kecamatan Batang Asai sendiri merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sarolangun yang memiliki 23 desa. Kawasan ini juga diketahui memiliki sejumlah lokasi aktivitas pertambangan emas, termasuk di sekitar aliran sungai.
Hingga Sabtu (31/10/2026), belum diperoleh informasi resmi mengenai jumlah permukiman yang terdampak maupun kerugian akibat luapan sungai di kedua kabupaten tersebut.
Terpisah, tokoh masyarakat Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Hendra, saat dihubungi wartawan pada Sabtu pagi (31/10/2026), membenarkan adanya peningkatan debit air Sungai Batang Pelepat setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Hendra juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan hilir, mengingat kondisi debit air dapat berubah apabila hujan kembali turun.
“Benar, air Sungai Batang Pelepat naik cukup deras setelah hujan lebat. Banyak kayu dan ranting yang terbawa arus. Kami berharap warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, terutama di bagian hilir, tetap waspada,” ujar Hendra saat dihubungi wartawan, Sabtu pagi (31/10/2026). (sab)
Status Tersangka Resmi Dicabut, Abdul Karim Siap Fokus Layani Warga Tanjung Menanti
SMP IT Ad-Dhuha Bungo Buka Pendaftaran Siswa Baru, Anak Yatim dan Piatu Bebas Biaya Pendidikan
“Kalau Perusahaan Berhenti, Kami Mau Makan Apa?” Warga Senamat Protes ke DPRD Bungo
Antrean Solar Subsidi di SPBU SKB Bungo Mengular, Jalan Lintas Sumatra Terganggu
Cegah Karhutla, Manggala Agni Bentuk Masyarakat Peduli Api di Sungai Buluh Bungo
Parkir Liar Kembali Marak di Depan RSUD H. Hanafie Bungo, Warga Pertanyakan Penertiban
Kemarau Panjang, Musim Tanam Padi Ketiga di Tanjabtim Molor Akibat Kekurangan Air