67 Titik Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan di Jambi, 7 Kabupaten Masuk Pemetaan

Selasa, 03 November 2026 - 12:08:05 WIB - Dibaca: 202 kali

Tim mitra pembangunan dan surveyor mengikuti pembekalan persiapan survei 67 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 yang tersebar di tujuh kabupaten di Provinsi Jambi. Foto: David
Tim mitra pembangunan dan surveyor mengikuti pembekalan persiapan survei 67 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 yang tersebar di tujuh kabupaten di Provinsi Jambi. Foto: David ()

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Sebanyak 67 titik di tujuh kabupaten di Provinsi Jambi disiapkan sebagai calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027. Puluhan titik tersebut akan disurvei Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebelum ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.

Calon lokasi itu tersebar di kawasan pesisir hingga wilayah perairan umum daratan, seperti sungai dan danau. Pemetaan ini membuka peluang bagi daerah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan untuk mendapatkan dukungan pembangunan kawasan nelayan.

Persiapan program tersebut dimatangkan melalui kegiatan Pembekalan Mitra Pembangunan dalam Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi.

Kegiatan ini melibatkan puluhan mitra pembangunan dan tim surveyor yang akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Materi pembekalan meliputi teknis survei, validasi data, kelayakan wilayah, hingga pemeriksaan status dan kesiapan lahan.

Team Leader Wilayah Jambi, DK Veronika, yang juga akademisi Universitas Muhammadiyah Jambi, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman para surveyor sebelum melaksanakan tugas.

Menurutnya, sejumlah aspek penting harus diperhatikan, mulai dari penentuan titik lokasi, penelusuran status lahan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

"Dengan adanya pembekalan mitra pembangunan ini, para calon surveyor bisa lebih memahami lokasi. Ini merupakan hal yang penting kita ketahui mulai dari titik lokasi, cara mencari status lahan, hingga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat," ujar Veronika.

Sebanyak 67 surveyor disiapkan untuk melakukan pendataan di 67 titik calon lokasi. Setiap kecamatan memiliki satu titik peninjauan yang didampingi koordinator surveyor kabupaten.

Salah satu peserta pembekalan asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Ahmad Firdaus, menyambut positif persiapan program tersebut. Menurutnya, sejumlah wilayah di Tanjabtim memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan kampung nelayan.

Wilayah Sabak, Mendahara, Kuala Jambi, Nipah Panjang hingga Sadu merupakan kawasan dengan aktivitas kelautan dan perikanan yang cukup kuat.

"Melalui pembekalan ini, panitia memberikan ilmu terkait tata cara survei dan verifikasi kondisi riil di lapangan. Wilayah Tanjabtim seperti Sabak, Mendahara, Kuala Jambi, Nipah Panjang, hingga Sadu merupakan sentra kelautan. Kami berkomitmen melakukan survei secara maksimal agar hasilnya optimal demi kesejahteraan masyarakat nelayan Jambi," ungkapnya.

Ia berharap hasil survei dapat menggambarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat secara objektif sehingga calon lokasi yang diusulkan benar-benar layak dikembangkan.

Status Lahan Jadi Syarat Penting

Selain potensi perikanan, kejelasan status lahan menjadi salah satu faktor utama dalam penyiapan calon lokasi KNMP 2027 di Jambi.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Informasi Ketenagakerjaan dan Pengendalian Pembangunan KNMP Wilayah III, Ilham, menegaskan akurasi data hasil survei sangat menentukan kelancaran tahapan pembangunan.

Berkaca pada pelaksanaan pembangunan sebelumnya, persoalan lahan kerap menjadi kendala di sejumlah daerah. Karena itu, legalitas dan kesiapan lahan harus dipastikan sejak awal agar tidak menghambat pembangunan fisik.

"Banyak daerah yang tidak siap dari sisi lahan, seperti lahan yang belum clean and clear atau belum ada sertifikat kepemilikan. Harapan kami di Jambi, persoalan lahan ini bisa cepat tuntas sebelum kegiatan pembangunan fisik dimulai," tegas Ilham.

Dengan demikian, 67 titik yang saat ini dipetakan belum otomatis menjadi lokasi pembangunan. Seluruhnya masih harus melalui survei, verifikasi administrasi, pemeriksaan kondisi lapangan, serta penilaian kelayakan sebelum ditetapkan.

Lokasi Final Ditargetkan Ditetapkan Akhir Desember

Proses survei dan pendataan calon lokasi KNMP 2027 dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Hasil peninjauan selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan daftar lokasi final yang ditargetkan ditetapkan pada akhir Desember 2026.

KKP bersama mitra pembangunan juga menyiapkan pengawasan dan pengendalian mutu atau quality control secara berlapis untuk memastikan data yang dihimpun sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Bagi Provinsi Jambi, pemetaan 67 titik di tujuh kabupaten ini menjadi langkah awal membuka peluang pembangunan kawasan nelayan yang lebih terarah. Terlebih, potensi perikanan Jambi tidak hanya berada di wilayah pesisir, tetapi juga tersebar di kawasan sungai dan perairan daratan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan, serta mendorong kesejahteraan nelayan.

Namun, realisasi pembangunan masih bergantung pada hasil survei dan pemenuhan seluruh persyaratan. Kejelasan status lahan, kesiapan lokasi, serta kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat akan menjadi penentu 67 titik tersebut untuk masuk dalam daftar lokasi pembangunan KNMP 2027. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA