Jambi - Terdakwa kasus penerima uang ketok palu APBD Jambi 2018, Supriono mengaku mengajukan diri sebagai Justice collaborator ke Komisi Penetasan Korupsi (KPK).
Hal ini disampaikan langsung oleh Supriono dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (30/5/2018).
Supriono mengaku jika dirinya mengajukan JC sebagai bentuk penyesalan atas perbuatan yang dilakukannya tersebut. Selain itu Supriono berjanji akan membongkar semua kasus yang dia ketahui dalam mega suap APBD Provinsi Jambi 2018.
"Saya mengajukan diri sebagai JC, karena saya sangat menyesali dan saya akan bongkar kasus apa yang saya ketahui," kata Supriono di depan Majelis Hakim.
Sebelumnya, Erwan Malik juga mengajukan diri sebagai JC kepada KPK pada persidangan sebelum vonis. Namun, hingga vonis dan hingga mengajukan banding atas vonis majelis hakim, kejelasan akan JC yang diajukan Erwan Malik tak kunjung menemui titik terang.
Tak hanya itu, tersangka lainnya Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli juga mengajukan diri sebagai justice collaborator.
Namun hingga kini, belum diketahui siapa target ketiganya. (***)
Disperindag Tebo Gelar Sidang Tera Ulang di Pasar Tanjung Bungur, 20 Timbangan Diperiksa
LTT Padi Kota Jambi Lampaui Target, 123 Hektare Sawah Terancam Kekeringan
Alat Pengolahan Sampah PT Regen Ditargetkan Tiba Akhir Oktober, Pemkot Jambi Tunggu Operasional
Maulana Siapkan 1.000 Lampu Jalan untuk Terangi Kota Seberang Jambi
Terekam CCTV Saat Hendak Mencuri, Dua Warga Tabir Babak Belur Dihajar Massa
Dampak Karhutla, Dinkes Tebo Catat 25.066 Kasus ISPA hingga Oktober 2026