Jambione.com, Banjir terus meluas. Tidak hanya menggenangi rumah dan pemukiman, terjangan air yang cukup deras juga merobohkan satu rumah warga di RT 03 Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Kini pemilik rumah, Neneng Hasanah dan keluarganya terpaksa tinggal di bagian dapur rumah yang masih tersisa. Bagian kanan bangunan rumahnya dari pintu depan hingga belakang ambruk dan tak lagi beratap.
Menurut Neneng, rumahnya roboh diterjang banjir pada Rabu 08.00 WIB, Rabu (19/12) kemarin. ‘’ Awalnyo rumah terendam. Mungkin karena air cukup deras, terus lamo-lamo roboh," katanya kepada wartawan.
Sementara ini, Neneng dan anaknya terpaksa hanya memanfaatkan dapurnya sebagai tempat beraktivitas. Pasalnya, bagian depan sudah tak bisa lagi digunakan. Lantai yang tersisa pun sudah mulai retak dan nyaris ambruk jika diinjak. Janda beranak satu ini berharap ada bantuan dan uluran tangan dari pemerintah daerah dan desa agar beban yang dirasanya bisa berkurang
"Yo berharap pemerintah cepat tanggap dan bisa membantu kami. Karena inilah tempat tinggal kami satu-satunya. Nak pindah kami mau pindah kemana," keluhnya.
Pejabat Kepala Desa Pudak Suwandi bersama Camat Kumpeh Ulu Asrizal dan Kapolsek Kumpeh Ulu AKP Deny EP langsung turun ke lokasi. Mereka meninjau lokasi dan berusaha semaksimal mungkin meminimalisir dampak banjir dan memberi semangat kepada keluarga korban banjir.
Kades bilang pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemkab Muarojambi melalui instansi terkait agar segera dicarikan solusi. "Seperti yang kita lihat bangunan bagian kanan rumah warga kita longsor akibat banjir. Ini sudah kita laporkan ke Pemkab agar segera bisa ditindaklanjuti," kata Suwandi.
Pantauan di lapangan, tampak beberapa warga bersama aparat kepolisian dan pemdes membantu mengevakuasi bongkahan material rumah Neneng yang ambruk. Atap genteng bangunan diturunkan karena dikuatirkan akan menimpa penghuninya. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil akibat kejadian tersebut belum bisa ditaksir.
Sementara itu, di Kota Jambi dilaporkan jumlah rumah yang terendam banjir terus bertambah. Hingga Rabu kemarin, jumlah rumah yang terendam banjir menjadi 220 rumah. Sebelumnya, Senin lalu sebanyak 215 KK. Sedangkan Ketinggian air sungai Batanghari masih dalam posisi 13,70 meter atau dalam status siaga IV.
Kepala Dinas Penyelamatan dan Kebakaran Kota Jambi, Ridwan mengatakan status tersebut belum berubah sejak tiga hari terakhir. Walaupun ada perubahan, menurutnya, air hanya naik 5 sentimeter atau surut 5 sentimeter. Penambahan rumah yang terendam banjir terjadi di kelurahan Legok, kecamatan Danau Sipin," katanya.
Namun, lanjut Ridwan, saat ini kondisi air sungai Batanghari sudah mulai sedikit surut. Ini terlihat arus sungai yang mulai sedikit tenang. "Kalau air tinggi, itu biasanya air beruap," imbuhnya. 220 KK yang Terdampak banjir tersebut juga sudah diberikan bantuan. Diantaranya dalam bentuk selimut, Mie instan, beras, dan lainnya.
Sementara dua korban banjir yang meninggal akibat hanyut di Sungai Damai, Lorong Widuri RT 27, kelurahan Paal 5 kecamatan Kotabaru, yakini Ilham dan Riski, juga sudah diberikan bantuan dalam bentuk uang senilai Rp 5 Juta. "Ini berupa uang duka dari Pemerintah, yang bisa digunakan untuk mengganti uang pemakaman serta kebutuhan lainnya," kata Ridwan.
Sementara Wakil Walikota Jambi Maulana menghimbau agar warga yang tinggal di bantaran sungai mengawasi anak-anak mereka supaya tidak main di sungai. "Kalau ada yang lihat ditegur saja secara baik-baik. Ini langkah antisipasi," katanya.
Menurut Maulana, Pemerintah Kota Jambi sudah menyalurkan beberapa bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Baik berupa uang maupun sembako. "Intinya kita sama sama waspada," pungkasnya. (wil/Ali)