Ambil Sampel Spesifik, Tim Dinkes Provinsi Jambi Datangi RSUD HAMBA

Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:56:08 WIB - Dibaca: 2136 kali

(Ardian Faisal/Jambione.com)

Muara Bulian - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi bersama Laboratorium kesehatan (Labkes) daerah, Sabtu (15/12) pagi mendatangi RSUD HAMBA Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Kehadiran mereka untuk mengambil langsung sampel spesifik dari pasien di dampingi Kepala Dinkes Kabupaten Batanghari dr. Hj. Elfie Yennie, MARS. 

"Hari ini hadir tim dari Dinkes Provinsi Jambi, dr. Ike bersama teman-teman dari laboratorium kesehatan daerah yang kemudian mengambil sampel langsung ke pasien," kata Elfie kepada jambionecom saat berada di Zaal Bedah RSUD HAMBA Muara Bulian. 

Tim Dinkes Provinsi Jambi terdiri dari bagian Surveilains atau pengamatan penyakit, bagian kesehatan lingkungan. Surveilains bertugas melakukan investigasi dan penyebab. 

Kalau dari kesehatan lingkungan, sebut Elfie, bertugas melihat kualitas air yang langsung berhubungan dengan pengolahan makanan dan cara pengolahan makanan.  

"Tim sudah turun, bisa jadi makanan tidak ada apa-apa atau bersih dari cemaran, tetapi air yang digunakan ternyata kurang bagus kualitasnya. Makanya pertugas kesehatan lingkungan mengambil sampel air," sebutnya. 

Kasus keracunan makanan massal ibu-ibu pengajian Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, masih menunggu pemeriksaan laboratorium. 

"Yang di makan gado-gado. Jadi mereka itu menunya sama waktu itu, gado-gado itu ada potongan lontong, tahu, toge, mie kuning dan mie bihun dan kuah kacang," terangnya. 

Makanan itu bukan hanya di makan di tempat pengajian, tetapi ada juga yang di bawa ke tempat keluaraga. Sehingga banyak jadinya yang ikut makan. Saat ini pasien mendapat pesawatan di ruang Penyakit Dalam, Kebidanan, Bedah dan Anak. 

"Kita akan melihat dari gejala klinis yaitu pertama kali timbul gejala kalau kita perhatikan antata 8 sampai 12 jam. Itu biasanya dari toksin atau cemaran yang bersifat biologi. Contohnya kuman atau mikroba, bisa juga cemaran dari jamur," tegasnya. 

"Kalau dari bahan kimia sepertinya tidak terlalu ya, karena onsetnya agak lambat. Biasnya kalau kimia onsetnya lebih cepat. Tapi bagaimana pun hasilnya menunggu pemeriksaan laboratorium," tambah Elfie. 

Kepala Seksi (Kasi) Surveilains dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Ike Silviana, M.Epid, menambahkan ada beberapa makanan yang sudah di simpan dan sudah berhasil di dapat. 

"Kami juga ambil sampel dari kotoran, dari muntahan. Kita pengen tahu penyebab dari diarenya itu apa," tuturnya.  

Rata-rata penderita mengalami gejala sama. Mereka ada yang mual-mual, muntah, saluran pencernaan yang mereka kena dulu. 

"Kita akan lihat spesifik diarenya ke arah mana? Apakah ini kuman atau apa, kita akan lihat mulai dia makan sampai timbul gejala berapa lama. Sebagian ada pasien yang boleh pulang, rata-rata kondisi pasien sudah ada yang sadar," tegasnya. (fai) 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA