Jembatan yang Ambruk di Kerinci Sempat Diprotes Warga, Gunakan Material Besi Bengkok

Rabu, 14 Agustus 2019 - 22:30:03 WIB - Dibaca: 2661 kali

()

 

 

         Jambione,com, KERINCI – Jembatan Desa Koto Panjang Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, Kerinci yang patah menjadi dua bagian dan ambruk ke dalam sungai, Rabu (14/8) malam ternyata baru selesai dibangun beberapa bulan lalu. Informasi yang diperoleh, pembangunan Jembatan bersumber dari APBD 2018 yang menelan anggaran sekitar Rp 481 juta itu dikerjakan oleh CV Buana Graha Konstruksi.                         Sebelumnya, warga sempat protes karena pelaksana pembangunan proyek jembatan tersebut menggunakaan material besi yang sudah bengkok.  "Dulu sempat diprotes warga, karena besi yang digunakan kontraktor yang sudah bengkok. Tapi tetap dilanjutkan, makanya model ini jadinyo,"kata Tivania, warga setempat . 
            Sementara itu, Kepala Desa Koto Panjang Kubang, Rafli Hadi mengatakan sudah menduga jembatan itu tidak akan tahan lama. Karena besi yang digunakan bengkok dan kualitasnya pun dianggap cacat mutu. 
            Menurut Rafli, jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat keluar masuk Desa Koto Panjang Kubang. Karena jalan alternatif lain cukup jauh. "Jalan lain ada. Cuma jauh. Kita minta untuk segera diperbaiki, agar warga bisa melintas,"pungkasnya. 
            Untuk diketahui, jebatan Koto Panjang Kubang ini sempat diberitakan beberapa waktu lalu, karena mendapat protes dari warga terhadap pemasangan besi bengkok. Bahkan, Dinas PUPR Kerinci dinilai ingkar janji. Sebab sebelumnya mereka menegaskan bahwa proyek Jembatan di Desa Koto Panjang Kubang, tak sesuai RAB, maka kontrak akan diputus.
            Bahkan, hal tersebut ditegaskan langsung Kadis PUPR Kerinci, Harmin. Namun berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan saat ini. Dimana, kontraktor pelaksanan proyek  tetap memasang besi bengkok, tak ada teguran dari PUPR Kerinci. Selain itu,  pengerjaan jembatan tersebut seharusnya sudah selesai akhir Tahun 2018. Namun hingga masa tahun anggaran habis, proyek masih dilakukan pengerjaan.
            "Seharusnya, pengerjaan jembatan itu sudah habis kontrak pada Tahun 2018. Jika ditambah dengan masa kerja 50 hari, terhitung hingga saat ini juga sudah lama habis," ujar salah seorang tokoh masyarakat setemnpat, Zoni.  Namun, anehnya lagi hingga saat ini proses pekerjaan jembatan masih terus dikerjakan. "Saat ini proyek tersebut masih berlanjut," tambahnya.(sau)





BERITA BERIKUTNYA