Ladang Kopi Disulap Jadi Tempat Wisata Depati VII Kopi

Selasa, 13 Agustus 2019 - 07:44:43 WIB - Dibaca: 2901 kali

(Saudi Arabia/Jambione.com)

KERINCI - Selain Pemerintah Daerah kabupaten Kerinci terus mengembangkan pariwisata, masyarakat pun juga ikut mengembangkan pariwisata di kabupaten Kerinci. Salah satunya dengan membuat lokasi wisata baru yang alami.

Seperti wisata baru yang cukup ramai dikunjungi Depati VII Kopi yang terletak ketinggian 1453 mdpl di wilayah puncak km 16 perbatasan kabupaten Kerinci dengan Tapan (Sumatera Barat) tepatnya desa Tambak Tinggi, kecamatan Depati VII, Kerinci. 

Untuk sampai ke Depati VII Kopi, pengujung bisa menggunakan kendaraan roda Empat dan roda Dua, dengan melalui jalan Tambak Tinggi, kemudian juga bisa lewat dari jalan Nasional Sungaipenuh-Tapan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. 

Setelah sampai dipuncak pengujung pun, bisa menikmati sejuknya udara di kabupaten Kerinci dari ketinggian 1453 mdpl sambil melihat luasnya kebun kopi Arabika Asli Kerinci, hanya cukup membayar tiket Rp 10.000 dewasa, sedangkan anak sekolah Rp 5.000. 

Gus, salah seorang, pengujung mengatakan bahwa, diri baru pertama kali datang ke Depati VII Kopi, karena sebelumnya hanya melihat foto-foto dari Facebook. Namun, setelah melihat memang cukup menajukan. 

"Memang cukup indah, udara pun sejuk dan dingin, untuk masuk ke Depati VII Kopi hanya membayar retribusi masuk Rp 10.000,"ujarnya. 

Depati VII Kopi, juga cukup bagus untuk tempat berselfie dan mengajak keluara untuk jalan-jalan dan rekreasi. "Kalau sampai diatas sayang tidak mengabadikan foto dan selfie dengan pemandangan yang indah,"sebutnya. 

Jamil Saprimardi, pemilik wisata Depati VII Kopi, mengatakan awal ide muncul membuat tempat wisata Depati VII Kopi, setelah adanya masukan dan saran dari teman-teman dan keluarga untuk membuat tempat wisata. 

"Maka setelah itu saya melihat referensi dari takengon Aceh, tapi itu cuma minum kopi di kebun kopi, tidak ada wisatanya, makanya kita kombinasikan dengan wisata kopi dengan kebun kopi edukasi dan konservasi,"ujarnya. 

Selain itu, Depati VII kopi ini merupakan wisata edukasi kopi dikebun bagi pengujung, karena bisa melihat bentuk dari kopi Arabika dan bagaimana cara menanam dan memetiknya. 

"Di Kerinci juga belum ada yang buat tempat wisata eduksasi kopi di kebun, mereka juga pesan kopi dengan menikmati secangkir kopi Arabika Kerinci, disamping itu juga bisa lihat langsung pohon kopi, sambil melihat indahnya panorama puncak,"tuturnya. 

Depati VII Kopi ini menurut Ayah Seorang anak ini menuturkan mulai dirintis pada tahun 2016 silam dengan mulai menanamkan kopi dengan luasan lahan 2 hektare. Namun, resmi dibuka untuk umum pada bulan Februari 2019 lalu. 

"Area seluas 2 hektare diisi kopi baru 1 hektare, kita juga sedang menanam jeruk 0,5 hektare, kemudian 0,5 hektare belum digarap, sekarang jeruknya lagi mulai berbunga,"ucapnya. 

Dia menyebutkan, pengujung yang setelah dibuka waktu lebaran lalu, setiap hari biasanya pengujung datang berkisar 100 orang perhari, sedangkan hari sabtu minggu bisa mencapai 400 orang, hal itu dilihat dari dari penjualan tiket.

"Rencana kedepan kita akan kembangkan lahan ini untuk membuat villa disini, dan tempat pertemuan disini serta Metting room,"tutupnya. (sau) 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA