JAMBI - DPRD Provinsi Jambi meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, dalam penegakan hukum tersebut, dewan berharap polisi bertindak seadil adilnya. Jangan hanya masyarakat saja yang ditindak. Tapi juga perusahaan atau koorporasi yang lahannya terbakar.
Penegasan ini disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jambi sementara Edi Purwanto dalam hearing dengan Operasi perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait Karhutla, seperti BPBD, Dinkes, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan perwakilan perusahaan, di DPRD Provinsi Jambi, Rabu (18/9) kemarin. "Sejauh ini kepolisian telah menetapkan 19 tersangka (masyarakat) sebagai tersangka Karhutla. Dan ada beberapa perusahaan yang diperiksa. Tapi katanya terkendala ahli. Kita harapkan penegakan hukum seadil adilnya,"katanya.
Seperti diketahui, Karhutla di Provinsi Jambi terus meluas. Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan yang terbakar di Jambi telah mencapai 11 ribu hektar. Akibat Karhutla tersebut asap menyelimuti seluruh wilayah Provinsi Jambi, dari ujung barat, Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur.
Terkait penegakan hukum, Polda Jambi dan jajaran sudah menetapkan 19 tersangka karhutla dari 14 laporan yang diterima kepolisian. Selain itu, ada beberapa perusahaan yang di lakukan pemeriksaan. Seperti PT SMP, PT BEP, PT Reki dan sejumlah perusahaan lainnya yang lahan konsesinya terbakar.
Usai hearing, Edi mengungkapkan ada delapan perusahaan yang lahannya terbakar. "Kalau dari pemaparan Dinas Pertanian ada delapan perusahaan. Itu perlu diselidiki, apalah itu terbakar, dibakar atau karena unsur lainnya,"katanya.
Saat ditanya soal perusahaan yang tidak memiliki Sarpras (sarana dan prasaran) penanganan karhutla, Edi menegaskan akan menindak lanjutinya setelah hasil evaluasi perusahaan dilakukan. "Jika nanti ada temuan seperti itu, kita akan limpahkan atau rekomnemdasikan ke pihak terkait, apakah ke KLHK atau ke kepolisian sesuai peraturan,"ucapnya.
Edi juga meminta agar Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan mendata semua siswa dari TK hingga SMA sederajat. Nantinya siswa tersebut akan di bagikan masker. "Masker perlu di bagikan ke anak anak dan siswa di semua sekolah dan tingkatan,"katanya lagi. Politisi PDIP ini juga meminta puskemas terdekat untuk memperioritaskam layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami masalah pernafasan atau yang lainnya akibat asap.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan pihaknya mencatat ada 8 dari 190 perusahaan perkebunan yang lahannya terbakar. Yakni PT Mega Anugerah Sawit (MAS) dan PT Sumber Tama Nusa Pertiwi yang berlokasi di Desa Arang-Arang dan Desa Teluk Duren, Kumpeh Ulu, Muarojambi. Luas lahan yang terbakar mencapai 1.500 hektare.
Berikutnya, masih di Muaro Jambi, PT Bukit Barisan Indah Prima (BBIP) seluas 46 hektare dan PT Bara Eka Prima (BEP) 40 hektare. Lalu di Tanjung Jabung Timur, PT Agro Tumbuh Gemilang (ATGA) seluas 60 hektar dan PT Kaswari Unggul 10 hektar. Selanjutnya di
Tebo, PT Tebo Alam Lestari (TAL) 1 hektare dan di Kabupaten Bungo, PT Bungo Limbur seluas 0.5 hektar. ‘’Kita masih akan dalami lagi, sebab ada kemungkinan lahan tersebut akan terbakar lagi,"pungkasnya. (isw)
Jambi Dikepung Asap, Jurnalis Televisi Bagi-bagi Masker di Tugu Keris
Selain Bagikan Masker, IMM dan IPM Dirikan Tenda Darurat di Depan BI Telanaipura
Kemarau Landa Jambi Sebabkan Karhutla, Polda Gelar Salat Minta Hujan
Cegah TPPO, Imigrasi Klas I Jambi Sosialisasikan ke Camat, Lurah Dan Pihak Terkait
Nurhayati : Pak Jokowi Pulangkan Jenazah Anak Saya, Kami Tak Mampu