JAKARTA- Polisi kembali menambah daftar tersangka kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain perorangan, beberapa korporasi yang diduga menjadi dalang Karhutla ikut diseret aparat kepolisian. Sehingga, kasus Karhutla ini bisa segera diungkap.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, hingga hari ini tercatat total tersangka menjadi 249 perorangan dan 6 korporasi. Mereka tersebar di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. “Sampai saat ini ada 249 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ini berproses. Sementara korporasi ada 6,” ujar Iqbal, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).
Ia tak merinci secara detail terkait jumlah tersangka individu di masing-masing wilayah. Namun untuk korporasi, berlokasi di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan Timur memiliki masing-masing 1 tersangka korporasi. Sementara di wilayah Kalimantan Barat terdapat dua korporasi.
Di sisi lain, Iqbal menyampaikan satgas TNI-Polri terus melakukan upaya pemadaman secara maksimal. Proses pemadaman dilakukan terus menerus. Para petugad juga sampai diinapkan di tengah hutan. “Dari top manajer, tingkat Kapolres, Dandim, sampai pelaksana, banyak yang bermalam di lokasi-lokasi hot spot ya, kita memaksimalkan kinerja itu. Paralel dengan itu, satgas Mabes Polri dan gabungan dengan polda setempat juga melakukan upaya penegakan hukum,” imbuh Iqbal.
Mantan Wakapolda Jawa Timur itu menjelaskan, upaya penegakkan hukum oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri juga terus dilakukan. Sejumlah lahan milik korporasi sudah diberi garis polisi.
Sesuai dengan intruksi Kapolri, Iqbal menegaskan penegakkan hukum akan dilakukan secara tegas kepada pelaku pembakaran hutan. Hal ini guna mencegah terjadi lagi pembakaran hutan seperti ini. Mengingat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat maupun alam.
“Sehingga efek deteren bagi oknum-oknum korporasi yang dengan motif tertentu dan sengaja melakukan pembakaran lahan, hingga akibatnya masyarakat dirugikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS menyebutkan sudah menetapkan 19 orang sebagai tersangka Karhutla di Jambi. Sementara beberapa perusahaan sedang diselidiki karena diduga terlibat dalam karhutla.
Jarak Pandang Turun, Wings Air Batal Terbang
Sementara itu, dalam dua hari terakhir, kabut asap di Jambi makin parah dan pekat. Selain berdampak pada kesehatan, melumpuhkan aktivitas pendidikan, asap bercampur debu akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini juga membuat jarak pandang terbatas. Sehingga aktivitas penerbangan dari bandara Sultan Thaha Jambi menuju bandara lokal, Muara Bungo dan Kerinci terganggu.
Jumat (20/9) kemarin jarak pandang sempat pada tingkat terendah 1.000 meter. Akibatnya, maskapai Wings Air, rute Jambi-Muara Bungo-Kerinci gagal terbang. Keputusan membatalkan keberangkatan ini disebabkan di kedua bandara tujuannya, Bungoi dan Depati Parbo, Kerinci diselimuti kabut asap.
Eksekutif General Manager Bandara Sultan Thaha, Muhammad Hendra Irawan mengatakan, pembatalan terbang Wings Air bukan disebabkan karena kabut asap dan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha. Tapi lebih disebabkan karena kabut asap dan jarak pandang di bandara tujuan, yaitu Bandara Muara Bungo. "Kalau di kita aman, tapi ditujuan yang tidak memungkinkan untuk mendarat,"katanya, Jum'at (20)
Menurut dia, Bandara Muara Bungo belum dilengkapi dengan alat Instrumen Landing System (ILS) yang dapat membantu navigasi untuk pendaratan pesawat." Makanya, pihak maskapai memutuskan untuk membatalkan penerbangan setelah sebelumnya sempat delay selama dua jam dari jadwal seharusnya, pukul 8.55 Wib,"ungkapnya.
Hendra mengatakan, kabut asap tidak terlalu mempengaruhi aktifitas pendaratan di Bandara Sultan Thaha. Karena badara internasional Jambi ini telah di lengkapi dengan ILS. Sehingga pesawat dapat mendarat meski jarak pandang hanya 800 meter. "Gangguan lebih pada pemberangkatan pesawat, karena tergantung dengan kondisi cuaca di bandara tujuan, maupun kondisi cuaca di jalur penerbangan,"jelasnya.
Terpisah, Kasi Data dan Informasi BMKG Jambi, Kurnia Ningsih mentakaan jarak padang Jumat kemarin mencapai titik terendah 1.000 meter pada pukul 10, 11, dan 12. Pada pukul 14.00 Wib jarak pandang berangsur naik menjadi 2.000 meter. Namun jarak pandang tersebut masih berada di bawah kondisi normal yang berkisar antara 5.000 hingga 10.000 meter."Kita berharap terus membaik sehingga aktivitas juga tidak terganggu,"ucapnya.
Kurnia Ningsih menegaskan asap pekat yang menyelimuti Kota Jambi dalam dua hari terakhir bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Muarojambi dan Tanjung Jabung Timur. "Kalau pagi berasal dari arah tenggara Kota Jambi anginnya. Yakni Kumpeh Ulu dan sekitarnya. Dan siang hingga malam asap berasal dari arah timur (Tanjabtim),"ucapnya.
Saat ditanya apakah jarak pandang 1.000 meter bisa menganggu pelayaran atau tidak? Kurnia Ningsih menegaskan hal itu bisa saja terjadi. "Tapi perlu pengecekan ke pelabuhan, kalau laut lebih pendek biasa nya,"sebutnya.
Dia menyebutkan pada tanggal 23, 24 dan 25 September 2019 hujan akan turun dengan pontensi ringan hingga sedang. "Wilayah barat mendominasi, sedangkan di wilayah timur akan ada gerimis,"ujarnya.
Gubernur Tinjau Lokasi Karhutla di desa Puding, Kumpeh
Di bagian lain, Setelah memimpin rapat terbatas mengatasi karhutla Kamis (19/9), Gubernur Jambi, Fachrori Umar langsung meninjau lokasi karhutla di areal PT Bara Eka Prima (BEP), di Desa Puding, dan PT Pesona Belantara Persada (PBP) di Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (20/9). Turut serta bersama gubernur BPBD Bachyuni Deliansyah, Kepala Dinas Kehutanan Ahmad Bestari, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Johansyah.
Sementara di lokasi Karhutla, Divisi V Puding PT Bara Eka Prima, Fachrori disambut oleh Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro dan Direktur Keuangan PT Bara Eka Prima, Jackson Yap Sue.
Sebelumnya, dalam perjalanan ke lokasi, Fachrori menyempatkan membagikan masker kepada murid-murid SDN 44/IX Bangso, Teluk Raya yang terlihat berjalan kaki sepulang sekolah tanpa menggunakan masker.
Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat TNI/Polri, BPBD, dan dan tim terpadu berjuang keras memadamkan api dan terus mengerahkan alat berat untuk membuat jalan sekat bakar agar kebakaran lahan gambut tidak semakin meluas. Gubernur Jambi bersama Bupati Muaro Jambi memyempatkan membantu memadamkan api bersama tim terpadu.
Fachrori menyatakan kehadirannya di tempat itu untuk melihat langsung kondisi di lapangan, terutama dampaknya bagi masyarakat. “Kita hadir di tempat ini, di areal PT Bara Eka Prima dan PT Pesona Belantara Persada Kabupaten Muaro Jambi. Kita mengharapkan seluruh pihak terkait dan masyarakat membantu dan terlibat dalam pencegahan terjadinya Karhutla. Kami telah memantau dari udara, tidak terlalu terlihat tetapi ketika kita berada di lapangan kita melihat kondisi nyata. Kita berharap segera datang hujan,” katanya.
Menurut Fachrori, pemerintah telah melakukan beberapa upaya. Termasuk juga sholat meminta hujan. “Kita akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan untuk saling bertemu mencari solusi. Agar kejadian ini tidak terjadi lagi, kita harus bekerja dan bersinergi mencegah karhutla. Kita libatkan semua pihak, mulai dari perusahaaan, bupat, wali kota, camat, lurah sampai ke tingkat desa. Kita harus bersinergi untuk mengatasi permasalahan ini, karena sangat merugikan semua pihak terutama masyarakat” jelasnya.
Fachrori menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen mengatasi karhutla seperti dalam kesepakatan bersama tentang komitmen penanggulangan karhutla, yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi bersama 9 bupati, 2 wali kota dan disaksikan oleh 5 anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, Fachrori meminta tiga hal dalam penanganan karhutla. yaitu: Meminta bupati beserta semua jajarannya dan dunia usaha untuk mengerahkan semua sumber daya untuk melakukan upaya penanggulangan karhutla.
Berikutnya, meminta kepada Pertamina agar dapat membantu mobilisasi dan menjamin ketersediaan BBM bagi alat berat dan mesin pemadaman karhutla. Selanjutnya, Fachrori Meminta pertamina bisa menyediakan BBM untuk helikopter di heli pad dekat daerah terbakar.
Sementara itu, Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro mengapresiasi tinjauan lapangan Gubernur Jambi sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penanganan karhutla, dan juga bentuk perhatian dan dukungan terhadap tim yang bekerja di lapangan. “Terima kasih atas kehadiran bapak Gubernur. Wilayah ini memang paling banyak titik apinya di Kabupaten Muaro Jambi. Harapan saya ke depanannya kita akan semakin besinergi untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan. Seperti yang disampaikan oleh gubernur, kita harus melibatkan seluruh stakeholder dari perusahaan sampai ke tingkat Desa hingga tingkat RT untuk bersama-sama bersinergi dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan,” kata Masnah.
Direktur Keuangan PT Bara Eka Prima Jackson Yap Sue menjelaskan bahwa PT BEP sangat concern (perhatian) terhadap permasalahan karhutla. Semua program karhutla direspon PT BEP dengan memberikan bantuan. Termasuk mewujudkan pembangunan jembatan guna membantu akses jalan untuk penanganan karhutla.
"Saya sendiri aktif dalam forum dan rapat karhutla. Bahkan, saya yang mengoordinir perusahaan di Muarojambi untuk pengadaan drone yang diajukan pihak pemerintah. PT BEP selalu ikut serta memadamkan api karhutla di Muaro Jambi. baik yang terjadi di lahan masyarakat maupun di lahan perusahaan. Saat kita sibuk membantu pemadaman, malah lahan kita yang dibakar," kata Jackson. (isw/nda).
Bawa 3 Kilo Sabu, Anggota Polisi Pekan Baru Diamankan di Sarolangun
Licin Bagai Belut, Zaki Buronan Sembilan Tahun Ditangkap Kejari Muarojambi
Usai Divonis Bersalah Hakim Pengadilan Tipikor, Ibnu Zaidy Acungkan Jempol Kejaksa Ada Apa ?
Tunggu Hasil Laboratorium, Perusahaan Mana Yang Akan Jadi Tersangka Pembakar Lahan
Helmi Ganta: Tindak Perusahaan Gunakan Hukum Adminstasi Lebih Ampuh