Dilema PDIP, Pememang Pemilu yang Jadi Rebutan Kandidat di Pilgub 2020, Usung Kader atau Figur dari

Senin, 23 September 2019 - 05:45:48 WIB - Dibaca: 1938 kali

()

JAMBI- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi rebutan bagi para kandidat bakal calon gubernur (Bacagub) untuk mendapatkan dukungannya pada perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang. Bermodalkan 9 kursi di parlemen dan hanya tinggal menambah 2 kursi lagi untuk bisa mengusung calon, PDIP menjadi daya tarik tersendiri bagi bagi para bacagub.
            Ini terlihat sejak dibuka pendaftaran penjaringan pada 9 September lalu. Sudah ada 8 kandidat yang resmi mengambil formulir pendaftaran di partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Dari 8 kandidat tersebut, ada dua kandidat kader murni PDIP yang sudah menyerahkan formulir pendaftaran. Yakni Bupati Tanjabbar Safrial dan Abdullah Sani.
            Lantas bagaimana peluang partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mengusung kader sendiri pada Pilgub nanti?

Pengamat politik Jambi, Bahren Nurdin mengakui PDIP menjadi rebutan para kandidat yang akan bertarung pada Pilgub Jambi 2020 mendatang. "Makanya sederet tokoh ternama juga ikut mendaftar di PDIP," katanya kepada harian ini.
            Menurut dia, peluang PDIP mengusung kader sendiri pada Pilgub Jambi 2020 bisa saja terjadi. Namun, ada beberapa pertimbangan penting nantinya. "Karena politik ini sifatnya kepentingan, tentu PDIP tidak akan melihat apakah kader murni atau bukan. Karena ingin menang dalam kompetisi," jelasnya.
            Pertimbangan utama siapa yang akan diusung, kata Bahren adalah siapa kandidat yang memiliki kans paling terbuka lebar untuk memenangkan kompetisi. "Saya rasa PDIP akan mengatakan untuk apa mengusung kader kalau peluang menangnya kecil," ujarnya.
            Bahren mengakui dua nama kader murni PDIP, Safrial dan Abdullah Sani memang sudah punya nama di Jambi. Namun, untuk maju sebagai nomor satu sepertinya peluangnya kecil.
"Jika dihadapkan dengan kandidat lain, seperti Sy Fasha peluangnya kecil untuk menang. Karena Fasha punya kans lebih besar dari dua nama tersebut," jelasnya.
            Di sisi lain, peluang ini seolah sudah dibaca oleh kader PDIP, yakni Abdullah Sani. Ini terlihat dari posisi Cawagub yang dipilih saat mendaftarkan diri di penjaringan PDIP Provinsi Jambi Jum'at (20/9) lalu.
            Mantan Wakil Walikota Jambi itu terlihat mendatangi kantor DPD PDIP sesaat setelah Sy Fasha menyerahkan formulir pendaftaran. Namun keduanya tidak bertemu, lantaran Sani masuk ke ruang ketua DPD, sementara Fasha di ruang sebelahnya.
            Saat mendaftar, Abdullah Sani didampingi sejumlah Ketua DPC, pengurus DPD dan relawan. "Beliau mendaftar sebagai Cawagub," kata Akmal, Ketua DPC PDIP Batanghari yang ikut mendampingi.

Pengamat politik lainnya, Dony Yusra Pebrianto mengatakan, dengan komposisi kursi yang dimiliki oleh PDIP, tentu akan sangat menguntungkan bagi partai maupun calon yang diusung. Wajar jika para bakal calon menyerbu PDIP dengan harapan mendapat dukungan dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
            Namun, kata dia, sebagai pemenang Pemilu 2019 di tingkat nasional maupun local, PDIP tentu  tidak mau kecolongan di Pilgub kali ini. Dony meyakini PDI Perjuangan akan lebih realistis menatap kontestasi Pilgub Jambi ke depan.
            Lalu sejauh mana peluang PDI Perjuangan mengusung kader? Menurut Dony, sangat bergantung kepada tingkat elaktabilitas dan elektoral yang dimiliki oleh para bakal calon yang mendaftar. Atau bisa jadi muncul nama baru yang tidak mendaftar, tapi justru memiliki peluang bagus, sekalipun hal tersebut biasanya berlaku bagi kader.
            "Sekali lagi peluang kader untuk diusung pasti ada, dan sebagai partai pemenang tentu akan memperjuangkan kader untuk diusung. Namun tidak menutup kemungkinan muncul figur baru jika dianggap para bakal calon termasuk kader parpol yang mendaftar dipandang tidak memiliki elaktabilitas dan tingkat elektoral yang bagus," jelasnya.
            Menurut Dony, parpol tentu tidak ingin menghabiskan waktu panjang untuk membangun figur apalagi Pilgub Jambi sudah menghitung hari. Begitu juga dengan PDIP. "Saya pikir memang yang utama PDIP akan melakukan survey mendalam dan itu pasti. Lumrah jika PDIP ingin menang di Pemilu dan Pilgub. Aapalagi dengan kekuatan yang tentu tidak perlu diragukan lagi," ujarnya.
            Lantas siapa kader yang berpeluang diusung, apakah Sani atau Safrial? Dony mengatakan, PDIP akan tetap memposisikan diri sebagai calon gubernur, bukan wakil. Dengan kebesaran PDIP saat ini tentu partai ini bisa dibilang diatas angin.
            Tapi, lanjut dia, juga bukan berarti hal itu bermakna PDIP hampir pasti mengusung Safrial. Bisa jadi muncul nama baru yang berasal dari internal partai yang dipandang mampu untuk bersaing dan berposisi di depan dalam kontestasi Pilgub nanti.
            "Bisa saja peluang Sani sebagai wakil ada dengan syarat Sani dan pasangannya memiliki tingkat elaktabilitas dan elektoral yang tinggi. Dan tentunya PDIP akan merestui Sani sebagai wakil sepanjang pasangannya bukan kader partai lain. Apalagi jika yang bersangkutan siap berlabuh ke PDIP. Tapi sekali lagi dengan catatan, memiliki elaktabilitas dan tingkat elektoral yang bagus," pungkasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA