Jambione.com – Kasus percobaan penculikan kembali terjadi di wilayah Gresik. Belum tuntas proses hukum yang dijalani Achmad Muzakki Maulana, tersangka dugaan percobaan penculikan beberapa pekan lalu, kemarin (8/2) penculikan anak balita nyaris terjadi di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik.
Peristiwa itu menimpa FM. Bocah 3 tahun tersebut menjadi incaran pelaku saat tidur bersama neneknya. Beruntung, Sutikah, nenek korban, memergokinya. Pelaku pun kabur meninggalkan FM.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, korban FM sebelumnya merengek minta tidur di rumah kakek dan neneknya di Desa Domas, Kecamatan Menganti. FM tidur di ruang tamu bersama neneknya. Sementara itu, ibu dan ayah FM berada di kamar tidur.
Seperti biasa, Sutikah bangun lebih dulu pukul 03.30 untuk salat Tahajud, kemudian salat Subuh. Saat itu Sutikah masih melihat FM yang pulas tidur. Nah, setelah salat Subuh, perempuan 60 tahun itu melihat seorang laki-laki yang menggendong cucunya keluar rumah lewat pintu depan. Lelaki memakai masker itu menutupi tubuh korban dengan selimut.
Refleks, Sutikah mengejarnya untuk menyelamatkan cucunya. Sutikah yang masih memakai mukenah sempat menarik kaus hitam pelaku. Namun, pelaku yang bertubuh gempal berhasil melepaskan diri. Pelaku pun kabur menggendong FM. Panik, Sutikah teriak minta tolong sekencang-kencangnya. ’’Maling…maling…maling!’’ ucapnya.
Teriakan nenek 60 tahun itu membangunkan Fajar Bagus Prasetyo, 33, dan Mala Agustin Dwiana, 26, orang tua FM. Pelaku sontak panik. Pelaku lantas meninggalkan FM di luar rumah. Dia kemudian kabur melewati kebun belakang rumah Sutikah.
Korban FM menangis dalam pelukan orang tuanya. Kabar penculikan pagi itu langsung menyebar. Bukan hanya di Desa Domas, Menganti. Bahkan viral di media sosial (medsos), khususnya di Gresik dan sekitarnya.
Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno ketika dikonfirmasi membenarkan adanya percobaan penculikan anak balita berinisial FM. Dia menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Polisi meminta keterangan saksi-saksi. ’’Kami juga masih menelusuri identitas terduga pelaku dengan mencari CCTV di sekitar rumah korban,’’ kata mantan Kapolsek Cerme itu.
Berdasar keterangan saksi, pelaku ditengarai beraksi seorang diri. Dia memakai kaus hitam, celana jins, dan masker. Selain itu, dia diidentifikasi seorang pria berbadan gempal. ’’Doakan kami bisa mengungkap secepatnya,’’ tambahnya.
Sumber Jawa Pos menceritakan, dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku masuk rumah korban lewat jendela ruang tamu. Pada saat kejadian, jendela tersebut ditengarai tidak dikunci. ’’Pelaku lalu menggendong korban yang pulas dan keluar lewat pintu depan rumah,’’ ungkap sumber tersebut. (*)
