Safrial Bantah Klaim Fachrori

Manuver Fachrori ‘Jinakkan’ Banteng

Jumat, 14 Februari 2020 - 10:06:56 WIB - Dibaca: 3306 kali

(Khusnizar/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Calon Gubernur petahana, Fachrori Umar (FU) terus bermanuver. Selain gencara memburu partai politik (Parpol) pengusung, dia juga mengklaim sudah mengantongi  nama calon wakil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi, 23 September mendatang. Bahkan saat mengembalikan formulir penjaringan calon gubernur (cagub) di DPD I Golkar Provinsi Jambi, Kamis (13/2) kemarin, dia langsung menyebut nama calon wakil yang dimaksud.

Saat ditanya wartawan, tanpa basa-basi, Fachrori menyebut nama Safrial, Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sebagai wakilnya di Pilgub Jambi 2020. "Insyaallah wakilnya dengan yang di Tanjung Jabung Barat. Beliau dosen. Kemaren beliau mencalonkan diri juga," kata Fachrori disambut tepuk tangan tim pemenangannya.

"Saya sudah kenal beliau sejak lama. Kemudian PDIP juga Insya Allah sama beliau. Beliau juga punya massa dan saya optimis bisa berpasangan dengan beliau," katanya lagi.

Politisi NasDem yang biasa di panggil Pak Puk ini juga menegaskan bahwa wacana duet Fachrori- Safrial ini sudah hampir final maju sebagai pasangan calon gubernur Jambi di Pilgub Jambi, 23 September mendatang. "Yang jelas Bupati Tanjung Jabung Barat yang sekarang. Insyallah itu positif," tandasnya.

Sementara itu, Tim keluarga Fachrori Umar mengklaim telah mengantongi 17 kursi partai politik sebagai perahu maju di kontestasi paling bergengsi di Provinsi Jambi mendatang. "Kalau ditotal lebih kurang 17 kursi," ungkap Idham Khalid, tim keluarga Fachrori Umar, Kamis (13/2).

Meski sudah bisa mentotal jumlah kursi yang akan dibawa,  klaim tersebut belum bisa disertai dengan nama partai. "Kalau nama partai nanti saja, tinggal menunggu rekomendasi," ucapnya.

Klaim Fachrori menyebut Safrial sebagai wakilnya bisa menjadi sinyal bahwa PDIP sudah merapat ke sang petahana. Menurut orang di lingkaran tim Fachrori, klaim Fachrori terhadap Safrial itu bukan sekedar wacana. Kabarnya, sang petahana memang sudah bertemu dan melobi PDIP untuk mengusung dirinya di Pilgub nanti. Lobi Fachrori tersebut berhasil ‘menjinakkan’  partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Syaratnya harus berpasangan dengan kader PDIP.

‘’ Pak Puk memang sudah ketemu dengan orang PDIP. Imformasinya mereka siap mengusung dengan syarat wakil harus dari PDIP. Nah.. nama yang disodorkan  PDIP adalah Safrial dan Abdullah Sani. Dari dua nama itu, Pak Muk memilih Safrial. Petimbangannya, Safrial adalah kader senior PDIP. Selain juga gencar bersosialisasi, Bupati Tanjab Barat tersebut juga punya basis masa,’’ ungkap sumber dari lingkaran Fachrori ini.

Apakah FU-Safrial ini sudah final? Sumber ini belum bisa memastikannya. ‘’ Kalau pastikan tunggu rekemonendasi turun. Yang jelas, kedua belah pihak (FU dan PDIP) sudah bertemu. Memang dari sejumlah nama calon wakil, mengerucut ke Safrial. Untuk pastinya kita tunggu saja rekomendasi PDIP turun nanti,’’ jelasnya.

Lalu apa tanggapan Safrial? Melalui pesan singkat, Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) itu membantah klaim Fachrori. Dia menegaskan sampai saat ini belum menyatakan sikap untuk berpasangan dengan bakal calon manapun. Sebab, sebagai kader PDI Perjuangan Provinsi Jambi,  dia masih menunggu intruksi dari partai.

“Mana ada deklarasi pasangan. Kita masih menunggu intruksi PDI Perjuangan Provinsi Jambi. Hargailah partai, nantikan ada koalisi,” katanya.

Safrial pun menegaskan, bahwa untuk kontestasi Pilkada serentak tahun 2020 ini, dirinya mencalonkan diri sebagai Gubernur Jambi, bukan wakil Gubernur. “Di tahun 2010 dulu, saya mencalonkan diri juga sebagai Gubernur, bukan wakil Gubernur. Apalagi tahun 2020 ini,” pungkasnya.

Sampai tadi malam Ketua PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto belum berhasil dikonfirmasi terkait klaim Fachrori ini. Beberapa kali dihubungi  tidak aktif. Begitu juga dengan pesan WhatsApp yang dikirim tidak dibalas.

Pengamat politik Jambi, Dori Efendi mengatakan saling klaim dalam politik merupakan hal yang biasa. Menurut dia, dua sikap berbeda ditunjukkan oleh Fachrori dan Safrial menarik untuk di bedah. Dia menilai ada beberapa alasan Fachrori melakukan manuver (politik) dengan mengeluarkan pernyataan yang terkesan klaim sepihak tersebut.

Pertama kata dia, FU sengaja melontarkan opini untuk menarik simpatisan masyarakat. Ini dilakukan karena selama ini popularitas FU belum menanjak naik. "Kedua, FU sedang melakukan pendekatan untuk mendapat perahu politik. Jika FU mampu menarik PDIP dan Safrial tentu ini akan menjegal Al Haris yang digadangkan berpasangan dengan Abdullah Sani yang juga mengincar dukunganPDIP," katanya.

Ketiga, menurut Dori, FU tentu menginginkan dukungan penuh oleh partai-partai besar. Salah satunya adalah PDIP. Untuk ‘menjinakkan’ banteng moncong putih tentu dia harus menggandeng kader partai tersebut sebagai wakil. ‘’ Ya.. klaim ini  sepertinya sebagai manuver untuk ‘menjinakkan’ banteng lah,’’ ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Dori, wajar saja Safrial membantah klaim Fachrori. Sebagai kader PDIP yang memiliki 9 kursi, Safrial memiliki posisi yang lebih tinggi jika memang PDIP mengusung dirinya. ‘’Atas dasar ini wajar Safrial menyatakan dirinya sebagai calon BH-1," pungkasnya.  (fey)





BERITA BERIKUTNYA