Jambione.com, JAMBI – Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melaksanakan fit and proper test atau uji kelayakan terhadap para Bakal calon Gubernur (Bacagub) Jambi untuk bertarung di Pilkada serentak 2020 ini, kamis (20/2) kemarin. Ada 10 bakal calon yang akan mengikuti uji kelayakan di partai berlambang banteng moncong putuh ini.
Pada hari pertama kemarin, delapan orang dipanggil. Yakni H. A Bakri, Jefri Amas Hutagalung, Al Haris, dan Ramli Taha. Kemudian Tigor Guna Haposan Sinaga, Cek Endra, Safrial, dan Abdullah Sani. Kemudian hari ini, Jumat (22/2) dua orang lagi menyusul yakni Fachrori umar dan Syarif Fasha.
Edi Purwanto, Ketua DPD PDIP mengatakan, pihaknya saat ini melaksanakan tahapan-tahapan penjaringan. Setelah bakal calon mendaftar ke PDIP, kini dilaksanakan uji kelayakan. Mereka menyampaikan visi misinya, visi kebangsaan, kemudian juga terkait dukungan partai.
“Kami kan juga mengkampanyekan cinta bumi. Ini penting bagi kita, untuk mengetahui komitmen kandidat terkait hal itu,” katanya.
Menurut Edi, pihaknya juga menanyakan komitmen para bakal calon terhadap penanganan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), illegal drilling dan Sungai Batanghari tanpa pencemaran. “Kita sampaikan ke bakal calon. Politik, yang utama adalah demi kesejahteraan rakyat. Semuanya tak lepas dari visi misi Pak Jokowi, Sumber Daya Unggul Indonesia Maju. Kita mendorong untuk menang secara konstitusional, baik-baik dan bermartabat,” jelasnya.
Edi menjelaskan mekanisme penjaringan di PDIP setelah ini adalah menyampaikan hasil uji kelayakan ke DPP PDIP. Kemudian DPP akan memberikan rekomendasi, yang akan dibahas di Rapat Kerja Daerah (Rakerda). “Waktu kita nanti cuma 70 hari. Makanya kita konsolidasikan dengan tataran paling bawah,” ujarnya.
Apakah uji kelayakan ini menjaring siapa nama yang akan disampaikan ke DPP PDIP untuk diberikan rekomendasi? Edi mengatakan bisa saja pihaknya hanya mengirim beberapa nama saja. Namun bisa jadi juga disampaikan semuanya.
“Jangan sampai putus di sini. Ruang itu tetap ada bagi semua calon. Yang jelas nanti kita sampaikan apa hasil dari uji kelayakan ini. Survei juga tetap berjalan, baik nasional maupun lokal. Semakin banyak survei, semakin kaya analisa nantinya,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, H Bakri, mendapat giliran pertama menjalani fit and proper test, mengucapkan terima kasih kepada DPD PDIP. Dia mendaftar terakhkir dipangil pertama. "Alhamdulillah dipanggil pertama, PAN dengan PDIP bisa sama-sama berjuang," katanya.
Bakri juga mengatakan apa pun yang diinginkan PDIP dirinya sudah melaksanakannya. Terutama soal wakil sebagai pendamping dirinya di Pilgub nanti. "Siapa pun yang diajukan oleh PDIP saya siap," ujarnya.
Ketua DPW PAN Provinsi Jambi ini kembali menegaskan bahwa dirinya mencalonkan diri sebagai gubernur. "Saya mencalonkan selaku gubernur. Saya berharap wakil saya atau pendamping saya dari PDIP," pungkasnya.
Balongub Al Haris mengatakan, partai PDIP merupakan partai yang besar dan mereka dalam menjaring calon gubernur tidak hanya asal menjaring tapi mereka juga punya tanggung jawab moral, karena akan mengusung calon yang tentunya akan menang.
"Ini tentunya wajar karena mereka merupakan pemenang Pemilu dan di Jambi juga merupakan pemenang Pemilu. Tetunya mereka akan mengusung calon yang akan menang," kata Al Haris.
Bupati Merangin dua periode ini juga menjelaskan sudah ditanya dan dimintai pendapatnya tentang semua aspek jika nanti menjadi gubernur apa yang akan dilakukan untuk Provinsi Jambi. "Saya pada prinsipnya menyerahkan sepenuhnya ke PDIP. Karena PDIP tentu mempunyai mekanisme selanjutnya. PDIP tidak akan asal mengusung orang, tentu yang akan bisa berkontribusi untuk PDIP," tandasnya.
Al Haris kembali menegaskan jika dirinya akan berpasangan dengan kader PDIP Abdullah Sani. Hal itu juga sudah disampaikannya saat uji kelayakan tersebut. "Saya istikharah saya dengan Pak Kyai sama-sama sudah mantap untuk bersama membangun Jambi, karena saya dan beliau saling melengkapi," katanya.
"Saya dari barat beliau dari timur. Saya tokoh muda beliau tokoh tua. Saya birokrat beliau ulama. Ini saling melengkapi. Paling tidak ini modal kami berdua," jelasnya.
Lalu apakah ada kemungkinan berpasangan dengan kandidat lainnya? Haris menegaskan untuk saat ini belum ada. "Saya kira sudah mantap dengan Pak Abdullah Sani," tegasnya.
Bagaimana seandainya PDIP nantinya mengusung Safrial, Haris mengatakan ini proses politik dan mereka berdua pada prinsipnya untuk membangun Jambi sudah menyiapkan plan A dan plan B. Pada prosnsipnya, menurut Haris, dirinya tidak ingin membuat kecewa PDIP. Namun jika mereka dianggap tidak bisa memenangkan dan PDIP memiliki kandidat yang lebih baik lagi, dia mengaku tidak kecewa.
"Paling tidak kami akan menyiapkan perahu kecil yang pas-pasan untuk nyebrang. Kami terlalu semangatnya membangun Jambi, tentu harus menyiapkan perahu kecil," ujarnya.
"Intinya kita tetap berproses dalam rangka Pilgub ini. Tetap positif thinking dengan semua. Yang penting semua tahapan-tahapan Parpol kita ikuti dengan baik," pungkasnya.
Balongub Cek Endra (CE) juga mengungkapkan sudah menyampaikan visi misinya. Bagaimana meningkatkan perekonomian, bagaimana menjaga lingkungan lestari. ‘’Semuanya sudah kita bahas dengan diskusi yang cukup menarik," kata CE.
Ia menambahkan, juga ditanyakan seberapa jauh keseriusan dirinya maju di Pilgub Jambi ini. " Kita dengan PDI Perjuangan ini bukan sekali ini saja. Tapi sudah yang ketiga kalinya dari tahun 2010 sampai tahun 2018," katanya.
"Lebih lagi wakil kita juga merupakan dari PDIP. Kalau sampai menjadi bupati, ini juga akan menjadi plus bagi PDIP," ujarnya sembari mengakui jika banyak hal lain yang dibicarakannya.
Bupati Sarolangun ini juga berharap agar PDIP sebagai partai penguasa saat ini bisa ikut berkontribusi dalam membangun Jambi kedepan dengan memilih seorang calon gubernur yang akan terpilih nantinya. "Sudah menjadi tradisi PDIP selalu mengusung dari kader internalnya. PDIP ini banyak kader yang potensial. Jika kita diminta berkolaborasi dengan kader PDIP, tentu kita akan penuhi itu," tegasnya.
CE juga menyinggung kemungkinan koalisi Golkar dengan PDIP. "Mudah-mudahan koalisi antara Golkar dan PDI Perjuangan akan terjadi. Dalam analisa politik Provinsi Jambi hari ini, siapa yang akan diusung, dan dengan siapa. Tentu akan memerlukan survei, dan semuanya nanti akan dilihat dari hasil survei," pungkasnya.(fey)