CE Belum Aman, Terpilih Sebagai Ketua DPD Tidak Otomatis Diusung Golkar

Haris Siapkan Kejutan

Jumat, 28 Februari 2020 - 08:07:17 WIB - Dibaca: 3297 kali

(Syahril Hannan)

Jambione.com, JAMBI- Musda Golkar, Sabtu (29/2) besok sepertinya bakal berjalan mulus. Jika tidak ada kejadian luar biasa, Cek Endra hampir dipastikan bakal terpilih secara aklamasi. Sebab, hingga Kamis (27/2) kemarin, belum ada kandidat calon kuat yang bisa menandingi Bupati Sarolangun itu. Fasha dan Haris batal maju. Sementara Hasan basri Agus (HBA) terganjal syarat menjadi calon.

Tapi, Musda bukanlah sekedar mencari Ketua Golkar. Tapi muaranya pada PIlgub Jambi, 23 September mendatang. Nah, pada posisi ini, langkah CE mendapat perahu Golkar belumlah aman. Karena Al Haris dan Fasha, dua kader Golkar yang tidak jadi maju pada Musda belum menyerah dalam perebutan dukungan Golkar. Bahkan, kabarnya AL Haris sudah menyiapkan sebuah kejutan terkait perebutan perahu golkar.

Orang di lingkaran Al Haris mengatakan, Bupati Merangin itu akan memberikan kejutan di Musda nanti. Memang, di perebutan Kursi Ketua DPD I, peluang Haris sudah tertutup. Namun, di persaingan merebut perahu Golkar, bupati yang biasa di panggil Wo Haris itu belum menyerah.

‘’ Wo Haris akan memberikan kejutan kecil lah nanti (di Musda). Apa itu, masih rahasia.

Tunggu saja besok. Kalau disebut sekarang, bukan kejutan lagi namanya,’’ kata orang dekat Haris ini.

Menurut sumber ini, Al Haris dan timnya terus bekerja untuk meningkatkan elektabilitas. Diantaranya, dengan membentuk tim pemenangan di seluruh kabupaten/kota. Efek dari kerja keras itu berbanding lurus dengan peningkatan elektabisitas Wo Haris. ‘’ Kita fokus terus bekerja. Sebab, Allah tidak tidur. Rezeki sesorang tidak mungkin kan tertukar. Begitu juga soal perahu Golkar,’’ katanya.

Memang, meski terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, tidak otomatis Cek Endra akan diusung oleh partai berlambang beringin rindang itu di Pilgub nanti. Karena sejak awal, Golkar sudah menegaskan kandiat calon kepala yang diusung akan diputuskan berdasarkan hasil survei tertinggi.

Nah celah ini sepertinya akan ‘dimainkan’ oleh Haris dan Fasha. Sebeb, dari hasil survey yang dirilis sejumlah lembaga survey, elektabilitas Fasha memang paling tinggi. Kemudian disusul Al Haris. Baru kemudian Cek Endra. Hanya saja pada hasil survey terbaru yang dirilis Indikator Poilitik Indonesia, Elektabilitas Cek Endra lebih tinggi dari Haris. Namun, masih di bawah Fasha.

Haris sendiri, sebelumnya memang sudah mengingatkan agar Partai Golkar profesional dalam menentukan dukungan di Pilgub Jambi 23 September mendatang. Kata dia, partai berlambang pohon beringin ini harus mengusung kandidat berdasarkan hasil survei. "Golkar harus mengusung kader yang hasil surveinya tertinggi," tegasnya saat mendaftar di penjaringan cagub Golkar dua pekan lalu.

‘’ Jika kandidat hasil survei tertinggi yang dipilih, maka kader yang lainnya tidak akan kecewa. Sebaliknya, kader pasti kecewa kalau yang didukung kandidat yang survei tidak tinggi," ujarnya.

Pernyataan Al Haris yang tegas ini dinilai berbagai kalangan sebagai sindiran kepada Cek Endra yang digadang gadangkan bakal merebut kursi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi pada Musda besok. Karena, siapapun yang berhasil meraih kursi ketua DPD I, diyakini akan mendapat tiket dukungan golkar di Pilgub nanti.

Sumber di internal Golkar juga menegaskan bahwa keputusan mengenai dukungan Golkar pada Pilgub nanti ditentukan berdasarkan hasil survei.  Makanya, Golkar mempersilahkan tiga kadernya itu terus melakukan sosialiasi untuk meningkatkan elektabilitas.

‘’ Memang, jika terpilih sebagai Ketua DPD, peluang CE mendapatkan dukungan Golkar lebih besar. Tapi bukan otomatis akan diusung. Sesuai mekanisme dan komitmen partai, calon yang diisung diputuskan berdasarkan hasil survey. Siapa yang elektabilitasnya tinggi itulah yang akan diusung,’’ jelasnya.

Meski demikian, lanjut sumber ini, yang namanya politik tidak ada yang tidak mungkin. Setiap saat bisa berubah. Apalagi di Golkar sangat kental dengan budaya musyawarah mufakat. ‘’ Bisa saja nanti ada deal deal tertentu. Atau kesepakatan kesepakatan yang dibuat di akhir musda. Ikuti saja  bagaimana perkembangannya nanti,’’ pungkasnya.

Terpisah, sumber di internal Cek Endra mengaku optimis bisa merebut perahu Golkar. Menurut dia, merebut kursi Ketua DPD I ini merupakan langkah awal atau jalan mendapatkan tiket diusung partai beringin tersebut. ‘’ Kalau tidak untuk mendapatkan perahu, kenama susah susah merebut kursi ketua. Muara dari musda inikan untuk mendapat tiket ke Pilgub,’’ katanya.

Sumber yang mengaku punya hak suara di Musda nanti ini mengatakan silahkan saja kader lain melakukan manuver untuk merebut dukungan Golkar. Karena dalam politik itu bukanlah hal yang haram dilakukan. Asalkan tidak melanggar ketentuan dan aturan partai. ‘’ maneuver itu biasa. Silahkan saja. Asal masih dalam koridor, tidak dilarang. Karena yang terpenting adalah membesarkan partai,’’ pungkasnya.

Sementara itu, semua persiapa menjelang Musda Golkar besok sepertinya sudah hamper rampung semua. Pantauan jambi One di lapangan, kamis (27/2) kemarin, Steering Commite (SC) pelaksanaan Musda tampak standby menunggu calon yang mendaftar. Namun, pada hari ketiga kemarin tidak ada kandidat  yang mengambil formulir pendaftaran.

Informasinya, kecil kemungkinan ada kandidat lagi yang mendaftar. Karena syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi calon cukup berat. Terutama memenuhi syarat 30% dukungan. Karena hampir semua pemegang hak suara sudah merapat ke CE.

Sebelumnya, Ketua Steering Commite (SC) pelaksanaan Musda Golkar Jambi, A. Rahman, mengatakan persyaratan itu dibuat oleh pihaknya berdasarkan AD/ART dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP yang menjadi pedomannya. "Kami tidak bisa lari dari situ. Bukan dibuat-buat," katanya kepada wartawan, Rabu (26/2) kemarin.

Dia juga menegaskan, aturan tersebut bukan sama sekali dibuat untuk menjegal salah satu kandidat yang akan bertarung dalam Musda Golkar kali ini. "Persyaratan itu dari Juklak DPP serta AD/ART. Jadi tidak ada dibuat-buat. Apalagi untuk menjegal. Tidak ada sama sekali. Pedomannya ada di AD/ART dan juklak. Kami hanya mengikuti aturan itu. Tidak bisa nambah dan mengurangi," jelasnya.

Soal lolos atau tidaknya, bakal calon, menurut A Rahman, bukanlah kewenangannya. "Nanti ada tim verifikasi waktu pembukaan di pleno. Itu akan diserahkan kepada SC. Siapa yang memenuhi syarat, kita serahkan, batas waktunya pleno 7 itu," sebutnya.

"Kenapa kita buka (pendaftaran) sekarang? Karena ada syarat SKCK, ada persyaratan-persyaratan lain. Kewajiban kita untuk mengumumkan. Menurut Juklak memang harus diumumkan," pungkasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA