Jambione.com, JAMBI - Kebakaran hebat terjadi eks lokalisasi Payosigadung alias Pucuk, Jumat (28/2), sekitar pukul 15.30 Wib. Sebanyak 17 rumah yang berlokasi di RT 5 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo itu dilaporkan ludes terbakar dalam musibah tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 Miliar.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, sumber api kebakaran itu diduga berasal dari arus pendek atau konsleting listrik. Api pertama kali diketahui berasal dari salah satu rumah yang posisinya berada di tengah, diantara 17 bangunan yang terbakar.
" Api berasal dari salah rumah. Posisinya di tengah. Kemudian api dengan cepat membesar dan menyebar. Apalagi saat kejadian, cuaca panas terik bercampur hembusan angin cukup kencang. Sehingga api cepat merembet ke rumah rumah lain. Cepat nian api itu menyebar,’’ kata Doni, salah seorang warga di lokasi kejadian.
Mengetahui api membesar, warga yang tinggal di eks lokalisasi terbesar di Jambi itu panik. Apalagi lokasi kebakaran tersebut merupakan lingkungan padat penduduk. Sebagian warga berusaha memadamkan api. Dan sebagian lagi menyelamatkan barang barang dari rumah masing masing.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sebagian besar barang barang di 17 rumah yang terbakar tersebut tidak bisa diselamatkan. Kalaupun ada, hanya barang barang kecil dan ringan yang mudah di keluarkan dari rumah.
Gina salah satu warga yang rumahnya dekat lokasi kebakaran, mengatakan saat api sedang besar, orang yang berada di rumahnya menyelamatkan barang ke tempat yang jauh dari lokasi kebakaran.
"Api menyebar dengan cepat bang. Kami panik jadinyo. Kami sekeluarga memindahkan barang-barang yang biso diangkat ke tempat yang jauh dari lokasi. Setelah itu baru kami membantu para korban. Tidak lama kemudian petugas pemadam kebakaran datang. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan. Barang kami beserta rumah terselamatkan bang," ungkapnya.
Camat Alam Barajo, Mustari Afandi, mengatakan kebakaran yang terjadi sekitar 15.30 WIB itu meludeskan 17 unit rumah. Akibat kejadian itu, 86 jiwa yang menghuni di 17 rumah tersebut kehilangan tempat tinggal.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membangun dapur umum dan menyiapkan tenda untuk menggungsi. Sementara ini, para korban juga ditempatkan di balai pertemuan. Khususnya bagi lansia dan balita. Selanjutnya, kita dinas sosial akan melakukan pendataan," katanya di lokasi kebakaran.
Menurut Mustari, sumber api kebakaran tersebut berasal dari salah satu rumah di antara empat gang yang ada di lokasi. "Ditafsirkan kerugian Rp 1 M lebih. Sumber api dari salah satu rumah yang berada di tengah," tambahnya.
Sementara itu, Kabid Sarana Damkar Kota Jambi, Mulyadi mengatakan pihaknya mengerahkan 9 unit mobil damkar dengan 54 personil untuk memadamkan api. "Api berhasil dipadamkan selama 1 jam 15 menit," katanya.
Menurut Mulyadi, salah satu anggotanya harus dilarikan ke RSUD Abdul Manaf karena sesak nafas terkepung asap saat memadamkan api. Namun, dia mengaku belum menf=getahi identitas anggotanya tersebut.(cr04)