Golkar Punya ‘Joker’, PDIP Pegang Kartu ‘Truf’; Bersaing Rebut Kursi Gubernur

Selasa, 17 Maret 2020 - 19:47:59 WIB - Dibaca: 6078 kali

()

 

 Jambione.com,JAMBI – Perkembangan politik jelang partai politik (parpol) mengumumkan pasangan calon (paslon) yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020 makin menarik disimak. Khusus untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi, saat ini dua partai besar, Golkar dan PDIP sepertinya menjadi pengendali permainan. Ibarat permainan sepak bola, Golkar dan PDIP adalah ‘playmaker’ yang mengatur ritme permainan dan bisa menentukan hasil diakhir pertandingan, 23 September mendatang.

Jika diibaratkan dalam permainan kartu, Partai Beringin punya ‘Joker’. Sementara PDIP mengantongi ‘Kartu Truf (As)’. Boleh dibilang kekuatan dua partai ini hampir sama. Nah..siapa yang akan memenangkan pertarungan?  Dan siapa yang akan diuntungkan? Tergantung bagaimana strategi yang mereka mainkan. Sebab, dengan ‘Joker dan kartu ‘Truf’ nya, kedua partai ini punya peluang yang hampir sama menarik keuntungan di Pilgub nanti.

Seperti diketahui, PDIP dan Golkar sama sama memiliki kursi mayoritas di DPRD Provinsi Jambi. PDIP 9 kursi dan Golkar 7 kursi. Selain itu, mayoritas kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur juga berasal dari kedua partai ini.

Golkar misalnya, memiliki empat kader potensial, Bupati Sarolangun Cek Endra yang juga ketua DPD I, Bupati Merangin Al Haris, Walikota Jambi Sy Fasha dan Bupati Tebo Sukandar. Namun, belakangan Fasha dikabarkan tengah intens dengan PDIP dan dikhabarkan bakal bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu.
            Sementara di PDIP ada nama Bupati Tanjab Barat Safrial dan mantan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani. Hanya saja, keduanya merupakan bakal calon wakil gubernur, bukan calon gubernur. Jika Fasha benar-benar bergabung, maka PDIP bisa mengusung calon nomor satu karena sebagai pemenang Pemilu.

Menariknya, dari informasi yang didapat, PDIP punya sejumlah opsi untuk mendapat ‘untung besar’ dalam pertarungan ini. Selain menerima Fasha sebagai anggota baru, khabarnya opsi lain PDIP adalah berkoalisi dengan Golkar. Yaitu memasangkan kadernya sebagai wakil Cek Endra yang hampir dipastikan diusung partai beringin tersebut.
            Pengamat politik Jambi, Dori Efendi mengatakan, PDIP tentu ingin menjadi pemain inti dalam pilgub 2020 ini. Sebagai partai pemenang di Provinsi Jambi sepantasnya partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mengusung calon mereka sendiri. "Dengan 9 Kursi itu sudah menjadi modal utama bagi PDIP untuk memegang kartu truf nya," katanya.
            Menurut Dori, akan lebih menarik jika Fasha benar-benar ditarik oleh PDIP. Jika informasi ini benar bahwa Fasha sedang dalam proses mengurus KTA menjadi anggota partai PDIP, maka jelas candidation buying benar-benar terjadi. "Bahwa seseorang kandidat yang diusung oleh partai lain yang bukan tempat ia bernaung, maka dia harus menyatakan diri keluar dari partainya dan menjadi anggota partai yang mengusung," jelasnya.
            Menariknya lagi, jika Fasha benar benar bergabung ke PDIP, ini akan meberi keuntungan besar bagi partai tersebut. Pertama, mendapat insentif electoral, yaitu akan bertambahnya kader-kader potensial di dalam partai melalui Pilkada tersebut. Kedua, mendapat keuntungan jabatan, yaitu kandidat merupakan pejabat aktif sehingga ini memberi keuntugan bagi partai," sebutnya.
            Berbeda halnya dengan Golkar. Meskipun menjadi pemain utama dan memiliki ‘Joker’, partai Golkar terancam pecah di internal mereka. Karena kader-kader potensial akan diambil oleh partai lain melalui jalur Fakta Integritas ketika diusung maju kelak. "Tentu ini akan melemahkan mesin partai Golkar. Dimana, kandidat-kandidat ini memiliki barisannya sendiri dalam partai yang juga akan ikut mereka dalam kontestasi ini," ujarnya.
            "Jadi, fenomena tarik ulur kandidat dalam kontestasi ini menjadi menarik kelak saat ditentukan siapa yang akan diusung maju oleh partai politik," tandasnya.
            Terpisah, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan, partainya memiliki dua kader murni partai saat ini menjadi kandidat bakal calon wakil gubernur pada Pilgub Jambi 2020. Kedua kader tersebut yaitu Bupati Tanjab Barat Safrial dan mantan Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani.
            Sementara itu, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto juga menyebutkan nama Walikota Jambi Sy Fasha, selain dua kader mereka yang akan bertarung di Pilgub Jambi. Ini seakan membenarkan jika Walikota Jambi itu bakal menjadi kader pemilik 9 kursi di parlemen tersebut.
            "Yang kader murni kita punya dua, pak Abdullah Sani dan pak Safrial. Pak Sani punya rencana berpasangan dengan pak Haris. Pak Safrial berencana dengan Fachrori Umar. Kemudian pak Fasha juga berkomunikasi intens. Semuanya kita serahkan ke DPP Partai yang menentukan siapa," jelas Edi Purwanto, Senin (16/3) kemarin.
            Saat ditanya itu artinya akan ada kader baru PDIP yang bakal bertarung di perebutan BH 1 mendatang? Edi menegaskan Fasha belum sebagai kader partai. "Kalau kader dua (Safrial dan Abdullah Sani). Kalau pak Fasha kan dia belum kader. Yang jelas dua itu kader murni partai. Kita tunggu saja seperti apa, pokoknya intinya kami daerah itu TNI (Taat Nurut Ikut)," kata Ketua DPRD Provinsi Jambi ini.
            Menurutnya, semua kandidat yang mendaftar sudah mengikuti proses penjaringan, seperti fit and proper test. "Semua kader dan siapapun yang maju internal kita dukung. Kalau keputusan sudah menunjuk seorang tentu kita akan bergerak sesuai keputusan partai. Siapapun itu orangnya. Tradisi di PDI Perjuangan seperti itu," tegasnya.
            Lalu kapan rekomendasi partai dikeluarkan? Sebelumnya dijadwalkan April mendatang? "Itu tergantung DPP PDI Perjuangan," pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi A. Rahman mengaku tidak masalah dengan manuver PDIP tersebut. Menurut dia, Golkar siap bekerja sama atau koalisi dengan partai mana pun. Termasuk PDIP. Namun, dia menegaskan kalau biacara Golkar saat ini, calonnya adalah Ketua DPD I Cek Endra. Bukan yang lain.

‘’ Golkar dengan CE siap bekerja sama dengan pihak mana pun. Termasuk PDIP. Tapi hitungannya harus jelas dan untuk menang. Dan CE maju sebagai nomor satu sudah harga mati. Kalau ada yang mau kerja sama dengan Golkar, tentu yang nomor satu adalah CE,’’ tegas politisi yang biasa dipanggil Cemen ini saat dihubungi Senin (15/3) malam..

Lebih lanjut dia mengungkapkan, CE dan Golkar terus menjalin komunikasi dengan PDIP dan partai lain. Hubungan CE dengan Ketua PDIP Edi Purwanto sangat baik. Begitu juga dengan dua kadernya, Safrial dan Abdullah Sani.

‘’ Kita open open saja. Dengan PDIP kita sangat baik. Bahkan Ketua PDIP Edi Purwanto hadir diacara makan makan kita beberapa waktu lalu. Kemudian, dengan Safrial dan Sani juga baik. Jadi kalau memang terjadi koalisi dengan PDIP, CE siap dipasangan dengan salah satu keder PDIP. Safrial atau Sani. Tidak ada masalah.  Yang penting hitung hitungannya harus menang,’’ pungkasnya. (fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA