Sejumlah Titik Tergenang Banjir

Drainase Banyak Tersumbat

Senin, 23 Maret 2020 - 07:20:05 WIB - Dibaca: 1560 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Beberapa pekan ke depan, potensi hujan deras dan angin kencang masih akan terjadi di Kota Jambi dan sekitarnya. Hal ini tentu perlu mendapat peehatian masyarakat dan pemerintah, terutama yang tinggal di daerah potensi banjir. 

Seperti halnya hujan deras yang mengguyur Kota Jambi, Sabtu (21/3) lalu. Hal itu menyebabkan sejumlah wilayah dalam Kota Jambi terendam banjir. Banjir tidak hanya merendam sejumlah rumah warga, namun juga menggenangi beberapa titik jalan yang ada di Kota Jambi.

Hal ini diakui Yunius, Kepala Bidang Sumberdaya Air, Dinas PUPR Kota Jambi. Ia mengatakan, banjir yang terjadi kali ini tidak hanya menggenangi wilayah lama, namun juga ada beberapa titik baru yang sebelumnya tidak pernah digenangi banjir.

“Titiknya seperti biasa. Beberapa titik di jalan, dan beberapa titik di perumahan. Selain yang lama, juga beberapa wilayah baru di permukiman yang tergenang,” kata Yunius, kemarin (22/3).

Faktor  penyebab banjirnya Kota Jambi Sabtu malam sebut Yunius, karena masalah penyumbatan drainase. Seperti Sungai kambang yang hulunya tergenang akibat di hilir tersumbat sampah.

“Juga ada pengecilan saluran,” imbuhnya.

Beberapa kawasan yang tergenang kata Yunius, yakni di kawasan Jamtos Kota Jambi, SMAN 4, Kembar Lestari, Villa Kenali dan sejumlah daerah lainnya.

Yunius mengungkapkan, Box Culvet di kawasan UPCA Kota Jambi juga mengalami genangan. Hal itu disebabakan box tersumbat sampah.

 “Kita mau bangun saluran disitu, tapi warga setempat belum mau menghibahakan tanahnya,” katanya.

Penanganan permasalahan tersebut kata Yunius, ada yang bisa dikerjakan oleh masyarakat dengan swadaya, namun ada juga hal yang harus ditangani oleh pemerintah.

Lebih lanjut Yunius menyebutkan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya. Tim nya sudah turun ke lapangan melihat langsung penyebab terjadi genangan dan banjir tersebut.

“Tim sudah lakukan identifikasi titik terdampak. Kita juga menurunkan tim pembersih pada titik yang tersumbat, kemudian dilanjutkan pembongkaran jika ditemukan sumbatan. Semua sedang bekerja hari ini (kemarin, red),” tuturnya.

Kata dia, untuk jumlah rumah yang terendam data pastinya belum bisa di simpulkan. 

"Sementara ada sekitar 150 rumah dari tinjuan kami Sabtu malam,” katanya.

Banjir dan genangan yang terjadi saat ini sebut Yunius, tidak seperti tahun sebelumnya. Saat ini genangan lebih cepat surut.

“Sudah tidak terlalu lama. Paling lama 1 jam dan sudah cenderung turun perlahan,” pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA