Jambione.com, JAMBI- Wakil Walikota Jambi Maulana meminta kepada para pelaku usaha yang menjual peralatan kesehatan, desinfektan dan kebutuhan pangan, untuk tidak mengambil keuntungan dari situasi sekarang. Menurut Maulana setiap barang sudah memiliki harga eceran tertinggi (HET). Sehingga para pelaku usaha tidak bisa menentukan harga barang melebihi harga eceran tertinggi yang telah ditentukan tersebut.
Ia mengakui bahwa saat ini masyarakat memang banyak membutuhkan peralatan kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan lainnya. Sehingga banyak para pelaku usaha yang memanfaatkan moment tersebut untuk mengambil keuntungan.
"Saya meminta kepada pelaku usaha agar tidak mengambil keuntungan dari situasi sekarang. Karena setiap harga barang itu sudah di tentukan harga eceran tertinggi nya. Meskipun saat ini permintaan dari masyarakat sangat banyak dan stok menipis Tapi tidak dibenarkan para pelaku usaha mengambil keuntungan dari moment sekarang," kata Maulana, Jumat (27/3).
Maulana mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan sidak langsung. Baik ke apotek-apotek, tokoh-tokoh, swalayan dan juga pusat perbelanjaan serta agen-agen yang menjual kebutuhan sehari-hari. Hal ini guna memastikan para pelaku usaha atau distributor tidak menimbun barang sehingga menyebabkan kelangkaan di lapangan.
"Kami akan turun kembali nanti bersama dengan tim, terutama untuk memastikan kebutuhan pangan. Ini agar memastikan supaya para distributor, agen-agen tidak menimbun bahan kebutuhan pokok. Sehingga terjadi kelangkaan di masyarakat," katanya.
Maulana menghimbau kepada para pengusaha untuk bersama-sama bekerja sama menciptakan kondisi yang aman, tentram dan kondusif. Sehingga tidak terjadi kepanikan di masyarakat
"Kalau terbukti ada permainan, bisa dikenakan sanski. Aturannya sudah jelas," katanya.
Pantauan dilapangan harga masker dijual hingga Rp400 ribu per kotak. Padahal biasanya, Rp2000 dapat tiga. (ali)