'Biarkan' Pasien Postif Corona Pulang, Direktur RSUD Raden Mattaher Diminta Mundur

Selasa, 07 April 2020 - 23:50:10 WIB - Dibaca: 2150 kali

foto ilustrasi penanganan pasien covid-19
foto ilustrasi penanganan pasien covid-19 ()

Jambione.com- ‘Kelalaian’ pihak RSUD Raden Mattaher Jambi  membolehkan pasien 01 positif covid-19 pulang ke rumah terus mendapat sorotan. Selain DPRD, sejumlah elemen masyarakat juga menuntut kejadian ini diusut tuntas.

Ketua Angkatan Muda Tharegat Islam (AMTI) Tajri, mengatakan Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi dr Fery Kusnadi harus bertanggungjawab atas kejadian ceroboh ini. Dia menilai kejadian ini menunjukkan direktur rumah sakit tidak paham SOP dan protocol penanganan covid-19.

‘’ Saya harap direktur RUSD Raden Mattaher Jambi mengundurkan diri. Karena kejadian ini sangat ceroboh. Memulangkan pasien positif covid-19 pulang adalah kesalahan besar dan fatal. Kejadian ini telah membuat heboh dan cemas masyarakat,’’ katanya Senin malam.

            Oleh sebab itu, Tajri mendesak Gubenur Jambi Fachrori Umar selaku Ketua Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 mengusut tuntas kejadian memalukan ini.

            ‘’ Audit manajemen RSUD Raden Mattaher. Ini kan wabah yang mendunia  (pandemic), Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Protokolnya kan sudah jelas. Kalau di audit dan usut tuntas, nanti akan ketahuan siapa yang telah membuat kelalaian,’’ katanya.

Seperti diberitakan, pasien positif covid-19 asal Tebo yang dirawat di RSUD Raden Mattaher ‘dibiarkan’ pulang ke rumah, Selasa (7/1) siang. Padahal, setelah dua kali uji swab pasien yang biasa disebut dengan kode 01 itu masih dinyatakan positif.

Ironisnya lagi, saat memulangan si pasien positif tersebut ternyata pihak rumah sakit Raden Mataher Jambi tidak berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi. Kejadian ini langsung membuat heboh warga Jambi.

Menurut informasi, pasien ini sudah menjalani perawatan sekitar 20 hari di RSUD Raden Mattaher. Menurut versi pihak rumah sakit, kepulangan si pasien atas permintaan keluarga. Makanya dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara versi pihak keluarga, mereka menjemput si pasien karena dihubungi pihak rumah sakit. Dari rumah sakit, si pasein bukan dibawa ke Tebo. Tapi ke rumahnya di kawasan jalan RB Siagian, kelurahan Pasir Putih, Jambi Selatan, Kota Jambi.

Kejadian ini dibenarkan juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah. "Menurut direktur RSU Raden Mathaher, Feri, Betul pasien 01 pulang atas permintaan keluarga. Dia berjanji isolasi mandiri di rumah," ungkap Johansyah kepada wartawan, Selasa malam.

Johan menyayangkan pasien tersebut dipulangkan. Apalagi, menurut Johan, pihak rumah sakit tidak melakukan koordinasi dengan tim gugus tugas dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Memang, lanjut Johan, berdasarkan laporan direktur RSUD Raden Mattaher, kondisi pasien sudah stabil. "Klinisnya bagus kata dokternya," ujarnya.

Sebab, kondisinya yang masih positif bisa membahayakan orang di sekitarnya. "Kadis kesehatan pak Samsiran kecewa terhadap keputusan pihak RSU. Pasien tersebut segera akan jemput kembali dan dibawa ke RSUD Raden Mattaher," katanya.

Sekitar pukul 21.45 Wuib tadi malam, Johan kembali mengimformasikan pasien tersebut telah dijemput dan kembali masuk RSUD Raden Mattaher Jambi.  ‘’ Pasien positif 01 sudah kembali di RSUD Raden Mathaher di ruang isolasi. Dijemput ambulan RSU Raden Mathaher,’’ kata Johan tadi malam.

Dia menghimbau masyarakat tidak panik dan resah. "Besok kita segera melaksanakan rapit test terhadap keluarga pasien 01 dan melaksanakan tracking contak semenjak keluar rumah sakit," katanya. Selain itu, rumah dan lingkungan pasien 01 akan disemprot disinpektan. (ist)

 





BERITA BERIKUTNYA