Pilih yang Banyak Bantu Masyarakat!, Penanganan Covid-19 Rasa Persaingan Pilgub

Sabtu, 11 April 2020 - 06:58:25 WIB - Dibaca: 1780 kali

()

JAMBIONE.COM, JAMBI - Pilkada 2020 sudah pasti ditunda. Begitu juga pemilihan gubernur (Pilgub) Jambi. Saat ini pemerintah pusat dan daerah tengah fokus menangani penyebaran wabah covid-19. Namun, bukan berarti masyarakat juga harus sepenuhnya abai dengan masalah pemilihan kepala daerah (pilkada). Sebaliknya, di saat wabah covid-10 inilah masyarakat bisa menilai mana kepala daerah yang benar benar serius memikirkan nasib rakyat.

Kebetulan, sejumlah kepala daerah yang tengah menjabat saat ini merupakan kandidat calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jambi. Mereka antara lain, Gubernur Jambi Fachrori Umar (FU), Wali Kota jambi Syarif Fasha, Bupati Sarolangun Cek Endra, dan Bupati Merangin Al Haris. Juga ada nama lain, seperti Safrial (bupati Tanjab Barat) dan Wali Kota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri (AJB).

Dari penanganan wabah Covid-19 ini bisa menjadi bahan evaluasi. Masyarakat bisa melihat dan menilai siapa diantara mereka yang serius dan tulus menangani penyebaran virus asal Wuhan, China ini. Dan membantu masyarakat yang terkena dampaknya. Disaat pilgub atau pilkada nanti, pilihlah mereka yang benar benar bekerja untuk masyarakat.

Sebaliknya, bagi para kandidat. Wabah covid-19 ini juga bisa menjadi jalan menunjukkan kinerja nyata untuk masyarakat. Pencitraan boleh saja. Yang terpenting tujuannya baik. Untuk keamanan agar masyarakat tidak terpapar dan membantu masyarakat yang terkena dampaknya.

Tak bisa dipungkiri, mau diakui atau tidak, aroma persaingan para kepala daerah yang merupakan bakal calon Gubernur Jambi dan calon bupati/ wali kota sangat terasa di tengah di saat pandemi Covid-19. Bahkan beberapa kalangan menyebut penangan covid-19 yang dilakukan para kepala daerah itu kental rasa persaingan Pilkada.

Memang apa yang dilakukan para kepala daerah tersebut tidaklah salah. Itu adalah tugas mereka sebagai pemimpin. Mereka berlomba-lomba menarik simpati masyarakat dengan berbagai aksi sosial. Selain itu, mereka juga terkesan ‘mempolitisasi’ anggaran. Bersaing menggelontorkan anggaran untuk aksi penanganan virus asal Wuhan, China tersebut.

Gubernur Jambi Fachrori Umar misalnya, sudah menyiapkan Rp 11 Miliar dana Tanggap Darurat untuk penanganan Covid 19. Anggaran ini langsung ‘dimainkan’ tim suksesnya. Masalah anggaran ini dishare di media sosial.  Yang teranyar, Pemprov mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 200 Miliar dan disetujui DPRD Provinsi Jambi. Selain itu, FU juga gencar turun ke lapangan dan memberikan santunan serta bantuan untuk masyarakat yang terdampak virus corona.

Selang beberapa waktu, para kandidat lain yang notabenenya kepala daerah juga berlomba-lomba ikut menyiapkan anggaran. Walikota Jambi Sy Fasha awalnya mengumumkan telah menyiapkan dana tanggap darurat Rp 9 Miliar. Kemudian, ditambah lagi Rp 4 Miliar dari rasioalisasi dana perjalanan dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DPRD. Belakangan Fasha mengumkan lagi sudah menyiapkan anggaran Rp 44 Miliar untuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak covid-19.

Tak mau ketinggalan, Cek Endra juga awalnya mengumumkan dana tanggap darurat untuk Covid-19 Rp 1,6 Miliar. Kemudian, bertambah lagi menjadi 4,7 Miliar. Tambahan tersebut diambil dari pemotongan 5 persen biaya perjalanan dinas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rp 2,1 Miliar, dan biaya perjalanan dinas DPRD Rp 1 Miliar. Yang teranyar, lima hari lalu CE mengumumkan telah menyiapkan beras untuk 14.000 Kepala keluarga (KK) yang terdampak covid-19.

Begitu juga dengan Al Haris. Maret lalu dia mengumumkan telah menyiapkan dana tanggap darurat untuk penanganan covid-19 sebanyal Rp 1 Miliar. Kemudian, lima hari lalu dia kembali mengumumkan menambah anggaran Rp 30 Miliar. Dana itu diperoleh dari relokasi APBD untuk  Refocusing (pemfokusan ulang) belanja pada pencegahan dan penanaganan covid-19.

Tak hanya di anggaran, persaingan juga terlihat saat penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh Walikota Jambi Sy Fasha ke kantor Gubernur Jambi belum lama ini. Meski hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus di wilayah yang ia pimpin, namun aksi tersebut disebut-sebut berbau politis.

Selain kandidat, para tim sukses (timses) juga gencar mensosialisasikan kegiatan jagoannya di media social (medsos). Bahkan tak jarang para timses saling kritik dan saling serang secara terbuka di Faceebook. Mereka juga diarahkan ke kegiatan sosial kemanusiaan yang ujungnya juga mensosialisasikan para kandidat ke tengah masyarakat.

‘’Penanganan covid-19 yang dilakukan para kepala daerah sekarang ini rasa Pilkada. Ya.. ibarat pepatah ‘’sambil nyelam minum air’’ lah,’’ kata salah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jambi.

Tapi ini tidak masalah. Yang terpenting, kata dia, tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat. Menurut dia, bersaing untuk kebaikan sangat dianjurkan. Asalkan, jangan terlkalu berlebihan. Apalagi memanfaatkan momen covid-19 ini untuk kepentingan pribadi dan kelompok. ‘’ Seilahkan saja memanfaatkan covid-19 ini untuk pencitraan. Asal jangan terlalu berlebihan. Apalagi menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat,’’ katanya lagi.

Pengamat Politik dari Unja, Dori Efendi melah mengatakan masyarakat Provinsi Jambi patut berbangga atas sikap dan kepedulian para kandidat gubernur dalam manangani wabah Covid-19. Dari kesemua calon, ada empat calon sebagai pejabat aktif yang memiliki kebijakan langsung atas musibah ini.

"Keempat calon tersebut telah menyatakan pengalokasian dana untuk penanganan musibah ini di wilayah masing-masing," katanya. Terlepas dari kondisi ini (cavid-19), menurut Dori, secara sistematis, para kandidat tidak terbatas ruang dan gerak karena program penangan covid-19 dapat dijadikan sebagai agenda sosialisasi dengan masyarakat.

"Ini artinya ada nilai lain yang bisa dilihat oleh masyarakat. Di dalam konsep media kampanye politik, posisi saat ini bisa menjadi keuntungan atau strong poin bagi para kandidat untuk mengambil ceruk pemilih yang seandainya kecewa dengan calon yang kurang peka terhadap penanganan covid-19 tersebut," sebutnya.

Di sisi lain, lanjut dosen Fisipol Universitas Jambi (Unja) ini, para kandidat harus melakukan gerakan nyata sebagai strong value dalam penanganan wabah ini dengan melakukan pendekatan langsung atau tidak langsung. Gerakan nyata ini harus lah berbentuk bantuan langsung kepada masyarakat yang pendapatan ekonominya di bawah.

"Jika ini mampu dilakukan oleh para kandidat, akan membawa efek elektoral yang positif kepada mereka. Begitu juga dengan gerakan tidak langsung. Para kandidat dapat melakukan himbauan kepada masyarakat melalui media elektronik, cetak, media sosial dan lainnya sebagai bentuk keseriusanya sebagai pemimpin," jelasnya.

Menurut dia, satu hal yang juga patut menjadi perhatian serius para kandidat adalah mengandeng partai politik dan anggota dewan dalam penanganan wabah ini. "Kedua unsur ini amat penting. Karena partai merupakan kendaraan politik dan saluran suara rakyat. Disamping itu, anggota dewan adalah perwakilan rakyat. Jika ini mampu dilakukan, rakyat akan melihat adanya singkronisasi antar kepemimpinan dalam mengurus rakyatnya," jelasnya lagi.

"Namun kondisi yang terjadi sekarang, seakan para kandidat berjalan sendiri. Ingat! rakyat akan memilih pemimpin yang dekat dengannya. Mengerti akan kondisinya dan menyentuh kehidupannya," tandasnya.

Pengamat Politik dari Unja lainya, Mochammad Farisi, juga mengakui aksi para kepala daerah menangani covid-19 juga terkesam ‘berkampanye’ untuk menarik simpati masyarakat. ‘’ "Tidak bisa dipungkiri. Itu pasti terjadi. Karena kondisinya mereka memang sedang bersaing menuju BH 1.  Pasti ingin menunjukkan yang terbaik kepada masyarakat," katanya.

Menurut Farisi, justru persaingan ini sangat bagus dilakukan. Karena akan menguntungkan masyarakat banyak. " Akhirnya masyarakat yang untung. karena semua berusaha menampilkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Masyarakat akan bisa menilai. Mana pemimpin atau calon pemimpin yang benar benar memperhatikan nasib mereka," kata Dosen Fisipol Unja ini.(fey)





BERITA BERIKUTNYA