Indo Barometer Rilis Survei Terbaru Peta Kekuatan Balongub Jambi

Incumbent Lemah, Cek Endra Berpeluang Menang

Kamis, 09 April 2020 - 14:21:26 WIB - Dibaca: 2122 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil surve terbarunya terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan gubernur Jambi Fachrori Umar (FU) dan peta Pilkada Provinsi Jambi  2020. Survei dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Jambi, meliputi 11 Kabupaten/Kota, pada tanggal 23-29 Maret 2020.

Data survei menunjukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Fachrori Umar sebagai orang nomor satu di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah sebesar 50,4%. Sedangkan yang tidak puas 26,8%. Tidak tahu/tidak jawab 22,9%.

 “Dari distribusi tingkat kepuasan, pemilih yang merasa puas akan memilih Fachrori Umar untuk kembali menjadi Gubernur Jambi. Sedangkan masyarakat yang merasa tidak puas lebih banyak menjatuhkan pilihannya kepada Cek Indra,” kata Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, dalam konfrensi pers melalui telecomference, Rabu (8/4) kemarin.

Menurut Hadi, posisi Fachrori Umar sebagai incumbent dinilai lemah. Sebab dari data survei menunjukkan tingkat masyarakat yang menginginkan kembali Fachrori Umar menjadi Gubernur Jambi periode 2020-2024 hanya sebesar 29,1%. Sementara yang tidak menginginkan sebesar 34,9%, dan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 36%.

“ Dari survei tersebut, tingkat tidak menginginkan kembali masyarakat Jambi terhadap Fachrori Umar untuk menjadi Gubernur lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat yang menginginkan incumbent menjabat lagi. Ini posisi yang tidak bagus bagi Fachrori,” jelasnya.

Selain itu, dari sisi elektabilitas, ketika surveyor turun ke lapangan menanyakan kepada masyarakat dengan pertanyaan tertutup menggunakan simulasi 4 nama para calon Gubernur,
Fachrori Umar paling banyak dipilih sebesar 28,6%. Selisih tipis dengan Cek Endra yang dipilih masyarakat sebesar 25,1%. Kemudian disusul Syarif Fasha sebesar 21,9%, dan Al Haris sebesar 10,6%. Sementara pemilih yang menyatakan rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab  sebesar 13,8%.

Kemudian, dari pertanyaan terbuka calon Gubernur, awareness paling tinggi terhadap Fachrori Umar 17.1 persen. Disusul Cek Indra dan Syarif Fasha yang masing-masing 13.3 persen. Kemudian Safrial M.S 5.9 persen, dan Al Haris 5.1%. Nama lainnya kurang dari 2 persen. Pemilih yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab 43 persen.

 “Dengan melihat tingkat kupuasan, tingkat keterpilihan kembali incumbent yang rendah, dan selisih elektabiltas dengan Cek Endra yang tipis, maka ada peluang Cek Endra untuk memenangi kontestasi Pilkada Provinsi Jambi 2020,” jelasnya.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan kenapa imcumbent dinilai lemah. Menurut dia, idealnya seorang imcumbent tingkat kepuasan publik terhadap kinernya harus diatas 70 persen. ‘’Kalau tingkat kepuasan publik incumbent saat ini 50,4 persen, itu kita kategorikan rendah. Kalau, 50 persen ke bawah, kita prediksi sulit bagi incumbent untuk berkompetisi.

Kemudian, tingkat yang menginginkan kembali FU hanya di angka 29,1 persen. Ini yang membuat incumbent agak sulit bisa memenangkan pertarungan di Jambi. Karena di bawah 50 persen. Apalagi hanya di angka 29,1 persen. ‘’ Walaupun tingkat elektabilistas FU di atas, di pertanyaan terbuka dia hanya meraih 17,1 persen.  Biasaya kalau imcumbent itu kuat,  di pertanyakan terbuka dia sudah di angka 50 persen. Ini hanya 17,1 persen. Itu sangat Rendah,’’ katanya.

‘’Kemudian, di pertanyaan tertutupnya juga, kalau incumbent itu kuat, dipertanyaan terbuka dia bisa tembus diangka  60-70 persen. Ini incumbent di Jambi hanya diangka 27. Ini yang membuat dia akan kesulitan nanti,’’ lanjut Hadi.

Melihat angka angka tersebut, menurut Hadi, yang diuntungkan adalah penantang. Dalam hal ini penantang terkuat adalah H Cek Endra. ‘’ Melihat angka angka tiga indikator (tingkat kupuasan, tingkat keterpilihan, dan selisih elektabiltas) tersebut, walau saat ini Fachrori di atas, peluang penantang Cek Endra untuk mengalahkan Fachrori cukup besar,’’jelasnya.

Hadi mengatakan, populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Jambi, dan sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku. Yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 800 responden, dengan margin of error sebesar ±3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.(fey) 





BERITA BERIKUTNYA