Pengamat: Ini Menandakan Loyalitas Timses dan Kandidat Belum Terbangun

Adri Mundur, Cek Endra Bilang Punya Tim Berlapis

Selasa, 14 April 2020 - 07:36:54 WIB - Dibaca: 3373 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Cek Endra sepertinya tidak terlalu kecewa atas sikap Adri SH yang memilih mengundurkan diri sebagai Direktur Tim Center nya. Ketika dikonfirmasi Jambi One, jawaban Bupati Sarolangun itu terkesan biasa bisa saja. Dia membenarkan salah satu tim di barisan pemenangannya mengundurkan diri.

Menurut Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi itu, kejadian ini biasa dalam politik. Dia mengaku ada banyak tim berlapis dalam pemenangannya menuju BH 1 mendatang. "Tidak apa apa. Biasa saja. Kita ada beberapa tim berlapis. Insya Allah tetaplah berjalan seperti biasa. Dan terima kasih kepada adinda Adri yang sudah bantu kami selama ini," kata CE melalui pesan WhatsApp, Senin (13/4) sore kemarin.

Sementara itu, informasi dari orang di lingkaran dekat CE, sebenarnya masalah utama penyebab Adri mudur bukanlah hasil survei Indo Barometer. Tapi ada hal lain yang tidak elok diungkapkan ke publik. ‘’ Kalau hasil survei itu biasalah. Dak pulo jadi masalah nian. Tapi ado masalah lain yang dak enak dungkapkan. Biarlah antara kami bae yang tahu,’’ kata sumber yang sangat dekat dengan CE ini. 

Seperti diketahui, Direktur Center Cek Endra (CE) Adri SH mundur dari jabatan yang diembannya. Kabarnya, salah satu penyebab mundurnya sosok yang akrab disapa Panglima Anjali itu adalah imbas dari rilis hasil survei Indo Barometer pekan lalu. Dalam surve tersebut, Cek Endra hanya mendapat 4,6 persen di Kota Jambi. Padahal, Bupati Sarolangun itu punya tiga posko pemenangan di kota berjuluk Tanah Pilih Psako Betuah ini.

Masih menurut informasi, CE kecewa dan mempertanyakan kinerja timsesnya di Kota Jambi. Sebab, angka yang diraihnya sangat jauh dibawah Fachrori dan Fasha. Dalam survey itu, di Kota Jambi Fachrori  diangka 26,2 persen sementara Fasha 56,9 persen. CE hanya unggul dari Al haris yang meraih 1,5 persen. 

Adri SH sendiri membenarkan dirinya mundur sebagai Direktur Center Cek Endra. Menurut dia, keputusan tersebut sudah disampaikannya secara tertulis per tanggal 11 April (Sabtu) kemarin. "Sudah saya sampaikan secara tertulis surat pengunduran diri. Tanggal 11 kemarin," katanya.

Menurut Adri, selaku Direktur Center dirinya bertanggung jawab atas hasil survei yang dirilis Indo Barometer belum lama ini. Ia juga mengaku gagal mendongkrak suara CE di Kota Jambi. "Secara ksatria saya menyatakan mundur. Saya bertanggung jawab atas hasil tersebut. Dan saya merasa gagal. Karena selama satu tahun ini tidak mampu mendongkrak suara CE di Kota Jambi," jelasnya.

Setelah mundur, Adri mengaku akan fokus mengurus organisasi yang ia pimpin, yakni selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi. "Saya fokus organisasi dulu dan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Dan juga soal kemanusiaan terkait virus corona," katanya.

Apakah akan merapat ke kandidat lain? Adri mengaku belum memikirkan hal itu. Menurutnya Pilkada masih cukup lama. Dia kembali menegaskan sementara ini akan fokus mengurus organisasi dan pekerjaan yang sempat tertunda.

Terpisah,  Tim Keluarga Cek Endra, Yuskandar menjelaskan bahwa hasil survei itu sebenarnya bukan tolak ukur tim Center. Apalagi di Kota Jambi, Cek Endra pun sudah mempercakayan kepada Asnawi sebagai tim pemenangan. " Tapi kita juga berbesar hati saudara Adri SH MH mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Kita tidak bisa menahan. Kita hormati Adri SH MH untuk menjalankan roda organisasinya kedepan," katanya.

Yuskandar pun kembali menjelaskan, bahwa hasil survei yang dilakukan Indo Barometer baru baru ini memang masih menunjukkan angka yang belum memuaskan untuk Cek Endra. Mereka menganggap itu menjadi pemicu tim untuk bergerak lebih optimal lagi kedepan. Karena waktu kontestasi Pilkada masih panjang dan ada opsi penundaan.

"Hasil survei dipegang kandidat ini sebenarnya bukan untuk dipublikasikan. Dan kami sudah melakukan rapat dan kordinasi tim di semua Kabupaten, dan kota dari hasil survei saat ini. Kedepan kita akan melalukan survei lagi," ungkapnya.

Saat ini, Yuskandar menegaskan bahwa seluruh lapisan dan barisan tim pemenangan Cek Endra untuk Gubernur Jambi di 11 Kabupaten/Kota masih solid. "Pada intinya tim masih solid untuk memenangkan Cek Endra untuk Gubernur Jambi 2020-2024," pungkasnya.

Selain mundur dari barisan pemenangan CE, Adri juga mundur dari kepengurusan DPD I Golkar Provinsi Jambi. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Jambi, A Rahman.
"Beliau juga mundur dari Golkar. Tapi baru secara lisan. Kami juga minta surat resmi secara tertulis," katanya.

Sementara itu, Pengamat politik Jambi Dori Efendi mengatakan, Tim pemenangan politik merupakan satu kesatuan dengan kandidat politik yang mau dimenangkan. Perbedaanya hanyalah tim bertugas untuk mensosialisasikan kandidat. Sdangkan kandidat bertugas untuk menjaga ritme pergerakan tim dalam kontestasi politik. "Tujuannya tetap sama saja. Yaitu merebut kemenangan atas apa yang diperjuangkan," katanya.

Menurut Dori, untuk mencapai tujuan ini tentu diperlukan trust atau kepecayaan antar kedua belah pihak. "Akan tetapi sering kali terjadi fenomena keluarnya tim kampanye di tengah perjalanan. Kenapa ini bisa berlaku? Ini dikarenakan tidak terbangunnya loyalitas tim pemenangan kepada kandidat yang dimenangkan," jelasnya. 

Sedangkan untuk mencapai kemengan diperlukan berbagai usaha dari strategi dan gerakan tim. Oleh sebab itu, kemenangan ditentukan oleh perpaduan kedua unsur tersebut. "Artinya kekecewaan bisa muncul dari kandidat ataupun tim pemenangan dikarenakan tidak terbentuknya hubungan baik antar kandidat dan tim pemenangannya," sebutnya.

Selain itu, lanjut Dori, harus difahami juga oleh seorang kandidat, loyalitas tim terhadap dirinya lebih memiliki kekuatan daripada populeritasnya sendiri. Hal ini dapat dikatakan sebagai bentuk kesetiaan kepada perjuangan. "Apa bila tim yang memperjuangkan kemenangannya tersebut adalah orang-orang yang setia, mau berkorban waktu, tenaga dan materi, akan terbangun komunikasi dan harmonisasi antar dua elemen ini yang bermuara kepada kemenangan politik,"  jelasnya.

Selain itu, tim pemenangan yang berfungsi sebagai mesin politik kandidat haruslah menunjukkan kualitasnya. Dalam paradigma lain tim mampu menciptakan strategi jitu untuk meningkatkan populeritas, elektabilitas dan aceptabilitas sang-calon. "Ini penting karena ketiga unsur harus melekat kepada calon yang merupakan keuntungan dalam pemilihan. Karena pemilih tidak akan memilih calon yang tidak mereka kenal, tidak mereka sukai dan tidak mereka terima," sebutnya.

Dori melanjutkan, jika tim pemenangan jitu menciptakan strategi, tentu bisa mengambil ceruk pemilih di semua lini. Baik pemilih pemula, sosiologis, psikologis dan rasional. Artinya Tim kampanye bertugas untuk memenangkan persepsi dan opini publik keatas pencalonan kandidat mereka.  Tidak berlebihan jika pilgub 2020 di Jambi belajar dari kemengan Barack Obama pada tahun 2009. Yaitu menguasai opini publik, bahwa pemimpin itu membangun kepercayaan, optimisme, menyatukan semua kelompok dan mampu menjadi commander in chief di semua keadaan.

"Pergerakan maju ini diakibatkan oleh saudara sekalian. Bergerak maju karena anda mengafirmasi kembali semangat menag atas perang," katanya mengutip Pidato Kemengan Barack Obama.

Pengamat Politik dari Unja lainnya, Mochammad Farisi mengatakan, dengan mundurnya tim inti di pemenangan akan menjadi ancaman serius bagi kandidat Cek Endra. "Ini akan menjadi ancaman bagi kandidat. Karena dia tau persis langkah yang akan dimainkan nanti. Apalagi kalau itu sampai dimanfaatkan oleh kandidat lain," katanya.

Oleh sebab itu, kata Farisi, bagaimana caranya kandidat harus merawat tim yang ada saat ini. Apalagi dengan ditundanya Pilkada, kandidat bisa fokus ke penanganan Covid-19 dengan dikemas sebagian rupa bisa menaikan popularitas dan mengevaluasi tim pemenangan. (fey)





BERITA BERIKUTNYA