JAMBIONE.COM, JAMBI - Mundurnya Direktur Center Cek Endra, Adri SH disusul dengan bubarnya HCE Center menjadi pertanyaan banyak pihak. Terutama para politisi, pengurus partai politik, dan tim sukses (timses) kandidat calon gubernur (cagub) dan simpatisan. Pasalnya,. Selama ini hubungan Adri dengan CE dan tim pemenangan lainnya terlihat harmonis.
Bahkan pekan lalu, Adri dan sejumlah anggota tim HCE hadir saat lembaga survei Indo Barometer meliris hasil survei melalui teleconferen yang menyebutkan elektabilitas CE meningkat signifikaan dan berpeluang memenangkan Pilgub Jambi. Namun secara mengejutkan, tiba tiba Adri menyatakan mundur dan HCE bubar.
Makanya banyak yang seakan tak percaya dengan perpisahan Adri dan gerbong HCE nya dengan Cek Rendra, kandidat yang selama ini mereka jagokan dan eluk elukan. Sebagian ada yang menganggap ini hanya miskomunikasi antara CE dan kelompok HCE yang dikomandoi Adri. Bahkan ada lagi yang lebih ekstrem menilai ini adalah bagian dari strategi atau intrik politik untuk meningkatkan elektabilitas CE.
‘’ Kalau dibaca sekilas alasan Adri mundur, rasanya kok kurang masuk akal hanya gara gara hasil survey. Di politik, semua kan sudah tahu survei itu bagaimana. Tidak bisa mutlak jadi acuan. Bisa saja ini adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan elektabilias sang jagoan. Kita tidak tahu, di politik inikan semua bisa terjadi,’’ kata salah seorang politisi senior di Jambi.
Si politisi mewanti wanti minta namanya tidak ditulis, karena tidak enak dengan kedua belah pihak. Kalau bukan bagian dari strategi, dia menilai perpisahan ini bisa juga disebab karena miskomunikasi kedua belah pihak. Karena, menurut penilaiannya, selama ini tim tim sukses CE tampak solid dan militan dalam mensosialisasikan sang jagoan.
‘’ Memang, ada kekurangan. Saya lihat, tim tim CE ini kurang terkoordinir dengan baik. Sehingga terkesan bergerak sendiri sendiri. Mungkin maksud mereka baik. Berlomba lomba berbuat yang terbaik untuk CE. Tapi, sebagai tim tidak bisa begitu. Ibarat suatu orchestra, harus ada yang mengkoordinir dan masing masing tahu tupoksinya,’’ jelasnya.
Selain itu, lanjut sumber ini, tim CE juga terlalu gemuk dibandingkan dengan kandidat kandidat lain. Sehingga sulit untuk dikoordinir. Apalagi yang bergabung didalam tim tim tersebut adalah orang orang yang sudah punya nama besar semua. ‘’ Tak bisa dipungkiri, semua yang bergabung di tim itu pasti berusaha sebisa mungkin akan berusaha menonjolkan diri masing masing. Inilah susahnya kalaum tim sukses terlalu gemuk,’’ katanya.
Oleh sebab itu, pria yang juga sudah melang melintang menjadi tim sukses di sejumlah pilkada ini menyarankan sebaiknya kedua belah pihak duduk bersama. Bahas dan evaluasi apa yang selama ini menjadi kekurangan. Bagaimana strategi ke depan. Lalu tancap gas.
‘’ Sayang kalau harus pecah. Apalagi waktu tidak lama lagi. Karena yang saya baca dari media online sore ini (Selasa sore), DPR, Mendagri dan KPU sudah sepakat PIlkada serentak digelar 9 Desember nanti. Hanya mundur tiga bulan. Ini artinya kandidat harus mulai tancap gas kalau mau menang,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat politik dari Fisipol Universitas Jambi (Unja), Dori Efendi menilai pengunduran diri Adri SH dari tim CE bukan lah bagian dari strategi politik. Menurut dia, kalau bicara strategi politik, itu bukan strategi untuk meminta simpati masyarakat. Artinya, kata dia, ketika Adri mengundurkan diri, ada dua opini yang akan muncul. Pertama dia keluar dengan ketidakharmonisan dengan Cek Endra. Kedua dirinya keluar karena ingin meminta simpati masyarakat bahwa dirinya sebagai ksatria.
Menurut Dori, dalam politik tidak berlaku seperti itu. Dalam politik, kata dia, orang yang dipercaya mengelola suatu kompetisi harus memiliki strategi yang sangat matang memoles kandidatnya untuk jadi pemenang. "Kondisinya kurang tepat. Kalau minta simpati masyarakat dalam kondisi sekarang ini,"ujarnya.
"Pertanyaannya what is your trategy? Selama ini tidak muncul startegi tersebut selama setahun ini. strategi politik, misalnya seorang pemimpin dibranding memenangkan opini publik. Brandingnya apa? Apakah CE ini menjadi gubernur interpreniur, milenial, agamis atau apa? Selama setahun inikan belum terbranding," sebutnya.
Tapi, lanjut Dori, kalau terjadi miskomunikasi kemungkinan bisa terjadi. " Itu bisa dilihat, mungkin CE tidak melihat apa yang sudah dilakukan oleh tim HCE nya, karena hasil surveinya minim di kota. Artinya wajar miss komunikasi itu terjadi," sebutnya.
Sementara itu, bubarnya H. Cek Endra (HCE) Center imbas dari mundurnya Direktur, Adri SH, sepertinya tidak terlalu berpengaruh buat Cek Endra. Sebaliknya Bupati Sarolangun ini kian gencar konsolidasi ke tingkat pemenangan. Bahkan, Bupati, Senin lalu, CE sehari penuh menggelar pertemuan dengan tim di gedung putih yang merupakan markas pemenangan Provinsi Jambi.
Kemudian, malam harinya ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi ini juga melakukan kunjungan ke Kabupaten Muarojambi dan membentuk tim pemenangan di negeri Sailun Salimbai.
Pergerakan CE ini dibenarkan Ketua Tim Keluarganya, Iskandar. Pria yang akrab disapa Ndek ini mengatakan, Cek Endra menggelar konsolidasi tim pemenangan pasca bubarnya center.
"Di gedung putih konsolidasi tim, beliau langsung yang pimpin. Maksudnya dengan bubarnya Center bukan berarti bubar semua. Karena tim pemenangan langsung di bawah beliau," katanya, Selasa (14/4).
Malam harinya, kata Ndek, Cek Endra menuju Muarojambi. Dia menemui dan menunjuk salah seorang keluarga mantan Bupati Muaro Jambi Burhanuddin Mahir, sebagai koordinator pemenangan di Muarojambi. "Setelah berbincang bersama Latief yang merupakan sepupu Cik Bur, beliau bersedia," sebutnya.
Terkait bubarnya HCE, menurut Ndek, tidak berpengaruh terhadap pemenangan. Karena yang membentuk tim kabupaten kota adalah tim keluarga. "Center itu hanya pemikir, membuat program dan lainnya. Sebenarnya Adri tidak perlu tersinggung. Yang harus tersinggung adalah Asnawi AB yang merupakan ketua di Kota," jelasnya. " Seharusnya hasil survei itu justru jadi pemicu mereka untuk bergerak," sambungnya.
Apakah Cek Endra akan kembali membentuk Center? Ndek mengatakan tidak. Keputusan ini diambil untuk menjaga jangan sampai terjadi ketersinggungan dengan Adri SH. "Rencana tidak ada lagi center. Paling media center saja. Tapi belum dalam waktu dekat ini," tandasnya.
Dihubungi terpisah, mantan Direktur HCE, Adri SH membeberkan alasannya mundur dari barisan inti pemenangan Cek Endra. Tak hanya soal hasil survei saja, namun juga dugaan adanya ketidaksukaan oknum terhadap dirinya yang terlalu dekat dengan sang Bupati Sarolangun itu.
Menurut Adri, jika bicara hasil survei di Kota Jambi, seharusnya ada tiga posko yang bertanggung jawab. Selain HCE juga ada tim pemenangan lainnya. Yaitu Posko Center, Markas Pemenangan Provinsi dan Koordinator Kota. " Seharusnya tiga posko di Kota Jambi yang dimaksud harus bertanggung jawab semua. Tapi biarlah saya yang mengambil tanggungjawab semua," katanya.
Adri menjelaskan, hasil survei yang hanya 4,6 persen tersebut tidak masuk akal. Karena dari awal bergerak saja setahun yang lalu CE sudah punya modal 8,8 persen di Kota. "Rasanya tidak mungkin hasilnya di angka itu. Karena awal bergerak saja sudah sudah 8,8 persen. Kita punya data semua. Karena saya orang Center. Jadi rahasia dapur ada ditangan saya," sebutnya.
Terkait pernyataan Ketua Tim Keluarga Cek Endra, Iskandar yang menyebutkan hasil survei di Kota Jambi bukanlah sepenuhnya tanggung jawab dirinya, pria yang akrab disapa Panglima Anjali ini mengatakan, seharusnya dari awal dirinya diajak duduk bersama dan membahas hal itu. "Coba Ndek (Iskandar) sampaikan kemarin. Ajak saya bicara dan jelaskan. Mungkin tidak begini jadinya," ujarnya.
Lalu adakah rencana bertemu Cek Endra? Adri mengatakan untuk saat ini belum. Dirinya ingin tenang dulu dan konsentrasi membesarkan organisasi Pemuda Pancasila Provinsi Jambi yang diketuainya.
Lebih lanjut Adri menyebutkan, sudah satu tahun dirinya bersama Cek Endra. Dengan kedekatannya sebagai Direktur CE, disinyalir ada oknum yang tidak menginginkan hal itu.
"Sudah satu tahun saya bersama pak CE. Filing saya, masalahnya ada yang takut saya terlalu dekat dengan CE. Semua terganggu," katanya. " Seharusnya kita menangkan dulu bapak (CE), baru kita bicara yang lain. Pilkada kan masih lama juga," pungkasnya.(fey/kum)