Diduga Motif Pembunuhan Berlatar Belakang Dendam

Murid SMP Tewas Digorok di Kebun Karet

Jumat, 17 April 2020 - 08:17:46 WIB - Dibaca: 2172 kali

()

JAMBIONE.COM, SAROLANGUN- Seorang siswi SMP Negeri 17 di Sarolangun tewas mengenaskan. Mayat gadis belia berinisial MG (15)  itu ditemukan warga di area perkebunan karet, Belakang Kantor Lurah Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Rabu malam (15/04) sekitar pukul 21.00 WIB. Warga RT 05 kelurahan Sukasari itu di duga menjadi korban pemerkosaan sebelum di bunuh oleh pelaku. Saat ditemukan, mayat korban tanpa busana dengan luka gorok di leher. 

Menurut keterangan keluarganya, sebelum ditemukan tewas, Rabu sore, sekitar pukul 15.00 Wib korban berangkat dari rumah dengan tujuan belajar kelompok di rumah temannya. Namun hingga malam, korban belum pulang ke rumah. Kedua orang tua korban sudah melakukan pencarian ke rumah temannya. Namun tidak ditemukan.

Dengan suasana kepanikan mencari, tiba-tiba korban ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal. “Dari sore kemaren, Rabu (15/04/2020,Red) kedua orang tuanya sudah mencarinya. Namun saat ditemukan Ia sudah meninggal dunia," ujar salah satu keluarga korban yang tak mau namanya ditulis di media ini.

Hingg Kamis (16/4) kemarin, Polres Sarolangun masih menyelidiki kasus pembunuhan yang menggemparkan Kota Sarolangun tersebut. Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan. Polisi juga masih menunggu hasil visum. Karena ada dugaan korban juga diperkosaan. "Saat ini anggota reskrim Polsek Kota Sarolangun dan Sat Reskrim Polres Sarolangun masih melakukan penyelidikan," ujar humas Polres Sarolangun, Bripka Ruslan Abdul Gani, Kamis siang.

Ketika ditanya apakah sudah ada gambaran motif pembunuhan, Ruslan mengatakan masih dalam penyelidikan. Sementara itu, di kalangan keluarga korban muncul dugaan pembunuhan ini dilatarbelakangi masalah dendam.

Pelaku diduga punya masalah dan dendam kepada orang tua korban. Dugaan ini disampaikan salah satu pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya kepada jambione.com, Kamis (16/4). ‘’ Ini baru dugaan ya. Kita tetap menunggu pihak kepolisian mengungkap kasus ini,’’ kata sumber dari keluarga korban ini.

Menurut dia, dugaan ini muncul berdasarkan beberapa kejadian sebelum dan sesudah korban ditemukan meninggal dunia. Dijelaskan, orang tua korban memiliki kebun di wilayah Singkut, dan memiliki beberapa pekerja yang membantu membersihkan lahan. Namun gaji mereka belum dibayar.

Diduga itulah yang melatarbelakangi pelaku menghabisi korban. "Dugaan sementara itu. Saat melayat, ibu korban terlihat histeris dan berteriak menyebutkan kenapa gaji mereka tidak dibayar, anak gadis kita satu-satunya dibunuh. Cari orang itu pak, cari orang itu," kata keluarga menirukan ucapan ibu korban.

Keluarga korban ini juga mengatakan, entah kebetulan atau tidak saat ini tiga orang yang diduga punya masalah itu juga sudah menghilang. Hal itu lah menambah kecurigaan mereka lah yang telah membunuh dan memperkosa korban yang saat ini masih duduk di kelas IX tersebut. "Tiga orang itu juga menghilang. Itu menambah kecurigaan kami. Tapi itu baru dugaan, allah hu'alam," sebutnya.

Dia berharap pihak kepolisian bisa bergerak cepat menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya karena sudah membunuh dan memperkosa korban. "Kita sangat berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kota Sarolangun, AKP Sumarno Berutu menjelaskan kronologis penemuan mayat korban. Kejadian bermula pada Rabu (15/4) sekira pukul 19.00  Wib, pelapor yang merupakan paman Korban mendapat telepon dari ayah korban, GI yang memberi tahu bahwa anaknya belum pulang dari belajar kelompok di rumah temannya di Sungai Batu, kelurahan Sukasari dengan berjalan kaki.

Mendapat informasi tersebut pelapor dengan mengendarai sepeda motor mencari keberadaan korban ke arah Areal kantor kelurahan Sukasari. Sesampainya di TKP pelapor bertemu GI yang sudah duluan menemukan jilbab dan sepatu korban berlumuran darah. Kemudian Pelapor dan ayah korban dibantu warga bersama-sama mencari ke areal perkebunan karet. 

"Pada saat itu salah satu warga berteriak bahwa korban sudah diketemukan dalam keadaan meninggal, pada pukul 21.00 wib, Rabu malam (14/04). Mendengar hal tersebut polapor dan ayah korban mendekati jasad korban. Saat itu korban dalam posisi terlentang. Baju tersibak ke atas, tidak bercelana lagi. Ada bekas sayatan di leher dan berlumuran darah," ungkapnya.

Selanjutnya, pelapor meminta warga menghubungi pihak kepolisian. Tidak beberapa lama pihak kepolisian datang, dengan dibantu warga mayat korban dibawa ke rumah sakit Langit Golden Medika untuk dilakukan Visum. (wel/fey)





BERITA BERIKUTNYA