Pengamat: Zaman sudah berubah, trah Nurdin tak bisa di andalkan

Berniat Maju di Pilgub Jambi, Ketokohan Ratu Disebut Belum Teruji

Kamis, 21 Mei 2020 - 11:03:08 WIB - Dibaca: 2571 kali

foto: Ratu Munawaroh, Istri Mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin (Alm)
foto: Ratu Munawaroh, Istri Mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin (Alm) ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Banyaknya baliho Istri mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Ratu Munawaroh yang bertebaran di Kota Jambi seakan memberi signal bahwa mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini bakal maju di Pilgub Jambi mendatang.

Terkait hal ini, pengamat politik dari Universitas Jambi (UNJA) M. Farisi mengatakan, berlatar belakang keluarga tokoh politik, wajar bila kemunculan baliho Ratu Munawaroh dianggap signal bahwa Dia akan turun ke gelanggang, apalagi waktu pelaksanaan Pilgub Jambi semakin dekat.

" Tapi zaman sudah berubah, tokoh- tokoh politik kuat di daerah sudah lama pasang kuda- kuda, Ibu Ratu tidak bisa hanya mengandalkan nama besar keluarga (Trah Nurdin)," ujarnya kepada Jambiprima.com, kamis (21/5).

Farisi mengatakan, sejauh ini ketokohan Ratu Munawaroh belum teruji, belum ada hasil survey yang menunjukkan berapa digit angka popularitasnya.

Menurutnya, keseriusan Ratu Munawaroh untuk bertarung di Pilgub Jambi mendatang akan terlihat dari seberapa massif baliho yang Ia pasang.

Pengamat politik Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (PUSAKADEMIA) ini juga mengatakan, jika benar- benar jadi maju di Pilgub Jambi mendatang, sebagai Kader, Ratu di pastikan mengharapkan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN). 

Dalam mengusung Calon setiap partai tentu ada mekanismenya. Dan sampai saat ini keputusan PAN telah di buat, yaitu mengusung H. Bakri menuju BH 1 Jambi, meski di dalam politik semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Lanjutnya, dengan memiliki 7 kursi, sebenarnya suara PAN sangat seksi. Bila H. Bakri tidak kunjung menemukan pasangan koalisi baik sebagai Calon Gubernur maupun sebagai Calon Wakil Gubernur, Kader lain seperti Ratu bisa jadi alternatif untuk di dorong menjadi Calon.

Menurut Farisi lagi, pengunduran waktu pelaksanaan Pilkada juga memberikan keuntungan bagi kandidat yang sebelumnya ragu- ragu, masih cukup waktu, bila serius, Ratu bisa tancap gas bersosialisasi dan menawarkan harapan baru kepada masyarakat.

" Sebagai tokoh perempuan, tentu sosok Ibu Ratu bisa mewarnai blantika perpolitikan Jambi yang sejauh ini di isi oleh kaum adam," tambahnya.

Kata Farisi lagi, Pilkada 2015 harus di jadikan pengalaman bagi kita semua. Membangun Jambi, tidak cukup hanya bermodal paras menawan (Ganteng dan Cantik) di baliho saja.

" Kita tunggu saja, apa visi misi besar beliau untuk pembangunan Jambi," pungkasnya. (lga)





BERITA BERIKUTNYA