JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Kecewa dengan mobil pembawa material milik PT Azka Putra Merangin (AMP), digunakan pekerjaan Desa Pulau Layang Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, tuai protes dari warga Batang Masumai.
Protes tersebut warga setempat tanam pisang ditengah jalan, di Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, yang hanya berjarak 2KM dari kota.

kekecewaan sebelumnya, mobil pengangkut material sempat membuat kemacetan di Desa Salam Buku, hingga terjadi antrean berjam-jam.
Bukan itu saja, ulah dari PT APM Aspal Batang Masumai, pun rusak berat, sampai menjadi polemik.
Namun, itu juga tidak membuat jerah dari pihak perusahaan untuk melewati jalan itu. Hingga tadi siang, Minggu (8/11), warga Salam Buku tanam pisang.
"Ada mobil dam nyangkut dipendakian Simpang Salam Buku, Macet sampai lapangan bola kaki hehe," tulis Baihaki, salah komentar di grub WhastApp Batang Masumai.
Selanjutnya ada juga komentar. "Biarlah Sabar be kito warga Batam, Aku dengar info 2021 jalan kito yo kito tunggu be,
Kareno kito bisa memaklumi 24 kecamatan yg harus diurus pemerintah kito ni," kata Dusun Cinema.
Selain itu juga ada dikomentari lain mengatakan. "Tapi dak apo ngeluh,
Zaman kini viral dulu baru bekerja," cuit Agi prataman.
Pantauan awak media, warga Batang Masumai pun membagikan di medsos fecebook, hingga menjadi viral.
Sementara, Ketua Komisi III saat dikonfirmasi akan melakukan pemanggilan Dinas PUPR dan pihak perusahaan, Selasa (10/11).
"Kita akan panggil pihak PUPR dan Perusahaan secepatnya," singkat Mulyadi. (lan)
UPTD Puskesmas Simpang Kawat, Sarankan Pasien Covid-19 untuk Selalu Berjemur
Protes Terhadap Emmanuel Marcon, Massa Amin Orasi di Tugu Juang, Boikot Produk Perancis
Terkait Pemberitaan Daerah Tidak Mempunyai Bukti kuat, Kepala Bakeuda Klarifikasi
Tanah Ulayat Sering Timbulkan Konflik, Lembaga Adat di Kerinci Akan Diaktifkan
Warga Tebat Patah Geger Ada Mayat Mengapung di Sungai Batanghari