JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Mantan Kepsek SDN 54/1 Bajubang, Kecamatan Bajubang, Nurhayati diduga tinggalkan rekam jejak yang buruk setelah Pensiun dari jabatannya selaku kepala sekolah pada tahun 2015 lalu.
Informasi yang dihimpun media ini, selama menjabat menjadi kepsek, Nurhayati diduga kuat sudah menyelewengkan dana BOS SDN 54/1 Bajubang hingga membuat repot kepsek Baru Supinah untuk mempertanggung jawabkan Dana BOS Tahun 2019 pada masa Kepemimpinan Nurhayati tersebut.
Kepsek Supinah yang menggantikan Nurhayati sejak Agustus 2019 itu mengaku, adanya pembelian perangkat komputer oleh mantan Kepsek Nurhayati, tetapi barang tersebut tidak ada di sekolah dan permasalahan tersebut sudah sampai ke Inspektorat.
" Saya pernah dipanggil ke Inspektorat karena ada temuan, yaitu adanya pembelanjaan perangkat komputer senilai 3,5 Juta rupiah, dan pembelian jam dinding senilai 6 ratus ribu rupiah, jadi jumlahnya 4,1 juta rupiah, jadi saya bingung, baru saja pindah menjabat kepsek disini sudah banyak masalah," ungkap Supinah.
Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu Tenaga pengajar SDN 54/Bajubang, sebut saja namanya Rahayu. Ia mengaku bahwa buku sekolah sempat di tarik oleh pihak distributor karena tidak dibayar oleh kepsek Nurhayati yang sudah pensiun itu.
" Buku sekolah sempat ditarik Pak karena tidak dibayar," sebutnya.
Sebelum pensiun, mantan Kepsek Nurhayati itu pindah dan menjabat sebagai guru kelas di SDN 37/1 Bajubang, yang saat ini di pimpin oleh kepsek Hj. Yurnaelli, S.Pd.
Yurnaelli saat dikonfirmasi membenarkan adanya kedatangan Pihak Inspektorat Batanghari terkait pertanggung jawaban dana BOS SDN 54/1 Bajubang yang dikelola oleh Nurhayati.
" Saya sudah ingatkan Ibu Nurhayati, untuk selesaikanlah baik-baik permasalahan itu, tapu malah dia marah-marah ke saya, sehingga saya usir. Ibu Halimah dari Inspektorat pernah mendatangi dia kesini, Halimah tau semua permasalahan Nurhayati," kata Yurnaelli lagi. (indra)
Masa Belajar Daring, SMA Negeri 1 Batanghari Dagangkan Buku LKS
Satu Satunya di Sumatra, SMA Terbuka di Merangin Belum Diperhatikan Pemprov Jambi
Jual Buku LKS ke Siswa, Kepsek SMANSA Batanghari Disinyalir Cari Keuntungan Pribadi
Rusak Berat, Infrastruktur Jalan SMPN 21 Batanghari Butuh Perhatian Pemerintah
Terapkan Protokol Kesehatan, Pon-Pes Depati Agung Exis Belajar-Mengajar Walau Situasi Covid-19