Tak Rela Pendidikan Turun Karena COVID-19, Al Haris Pastikan Belajar Tatap Muka Bisa Dilakukan

Selasa, 09 Maret 2021 - 18:21:35 WIB - Dibaca: 1900 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Bupati Merangin Al Haris mengaku tidak rela kualitas pendidikan di Kabupaten Merangin menjadi turun, hanya karena pandemi COVID-19. Untuk itu, Ia meminta semua sekolah bisa menerapkan belajar secara tatap muka.

Untuk memastikan kesiapan sekolah belajar secara tatap muka itu, Bupati melihat langsung proses belajar mengajar secara tatap muka di Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Merangin dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Merangin, pada Selasa (09/3/21).

" Merangin sudah masuk kategori Zona Hijau. Hari ini saya ingin pastikan murid SD mulai dari kelas satu sampai kelas enam bisa mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah," ujarnya saat memantau langsung proses belajar secara tatap muka di SDN 02 Merangin.

Begitu juga lanjut Bupati, dengan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), mulai dari kelas satu sampai kelas tiga sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

Belajar secara daring selama ini, terangnya, tentu memiliki tantangan tersendiri. Siswa tidak hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang memadai.

Murid yang selama ini tidak mengenal hanphone, dengan belajar sistem daring jadi paham mengoperasikan handphone androit. Tidak sedikit pula murid yang sudah mengenal androit itu, jadi salah guna.

" Sudah banyak murid-murid kita yang pikirannya menyimpang, pengaruh dari handphone androit, karena banyak fiktur-fiktur yang tidak benar di handphone andaroit tersebut," tegas Bupati.

Namun demikian, dirinya minta para kelapa sekolah, untuk mengurangi jam belajar, misalnya yang tadinya satu jam pelajaran itu 40 menit menjadi 30 menit. Begitu juga jumlah murid perkelasnya juga bisa dikurangi, sehingga ada jarak.

Bagaimana dengan anak Taman Kanak-kanak (TK)? Diterangkan bupati, untuk anak TK yang berada di dalam Kota Bangko dan pusat keramaian lainnya belum bisa sepenuhnya menerapkan proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

" Tapi kalau untuk TK yang berada di desa terpencil, sudah bisa belajar secara tatap muka, karena sekolah tidak banyak dikunjungi banyak orang. Kalau TK dalam kota, masih sering dikunjungi banyak tamu, masih rawan bagi anak-anak," terangnya lagi. (Key)





BERITA BERIKUTNYA