JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI - Danau Sipin merupakan wisata unggulan di Kota Jambi. Destinasi wisata tersebut ramai dikunjungi saat akhir pekan.
Pengujung biasa menikmati wahana air yang tersedia disana, seperti berkeliling danau dengan ketek wisata, bermain perahu bebek.
Namun kini, minat pengunjung untuk berkeliling danau dengan ketek wisata menurun pasca kejadian ketek wisata yang tenggelam beberapa waktu lalu.
Salah satu pemilik ketek wisata Danau Sipin, saat dibincangi wartawan mengatakan, pengunjung berwisata ke Danu Sipin masih ramai. Hanya saja sebagian pengunjung masih terlihat trauma dengan peristiwa ketek yang karam beberapa waktu lalu.
"Sepertinya trauma untuk naik ketek. Penumpang yang mau naik ada, tapi mereka menanyakan pelampung dulu," kata pemilik ketek wisata yang enggan namanya dicantumkan, kemarin (7/3).
Ia mengaku, setiap ketek wisata yang ada di kelompok Sei Putri sudah dibekali pelampung bantuan dari pemerintah. Satu ketek ada 8-9 pelampung.
"Aturan sudah aturan, memang harusnya ditaati. Karena kita musibah tidak tahu," ujarnya.
Pada Minggu pekan lalu, pengunjung yang naik ketek wisata jauh menurun. Dari 16 ketek wisata yang ada di dermaga Sei Putri, masing-masing ketek hanya mendapat 1 trip penumpang.
"Syukur masing-masing ketek dapat 1 trip . Ketek maksimal hanya diisi 12 orang. Ada yang hanya diisi 3 dan 4 orang," imbuhnya.
Pria tersebut mengaku, saat kondisi normal sebelum ada peristiwa ketek karam itu, rata per ketek wisata di dermaga Sei Putri bisa menarik 3 trip setiap ketek.
"Kalau hari minggu biasanya masing-masing dapat 3 trip, tapi itu normal sebelum ada peristiwa yang karam," ungkapnya.
Kini sebut Dia, pihaknya berupaya meningkatkan kepercayaan pengujung wisata Danau Sipin dengan cara meperketat SOP ketek wisata saat mengelilingi danau.
"Dari dulu sudah menerapkan SOP, cuma kini kami lebih perketat lagi. Pelambung harus diletakan di kursi penumpang, dianjurkan penumpang semua memakai pelampung," katanya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridha mengatakan, pihaknya menekankan untuk pelaku ketek wisata menyesuaikan dengan SOP yang ada.
"Ada standar jumlah penumpang. Kita sudah lakukan juga register ketek disana," katanya.
Saleh mengaku, pihaknya tidak akan memberi tolerir jika ada kejadian serupa disana, karena pelampung sudah diberikan pihaknya pada masing-masing ketek wisata.
"Kita harap pelaku ketek bisa ikut aturan. Yang nakal, kita akan cabut izin registernya, dan tidak boleh operasional. Nanti kita akan rapat juga dengan pariwisata," pungkasnya. (CR01)
Forum Konsultasi Publik RKPD Awal 2023, Maulana Ingin Kemiskinan Tinggal 8,9 Persen
Petugas Pelayanan BPPRD Tidak Ramah, Wali Kota Jambi Langsung Tegur
Dewan Kota Jambi Pinta Pantau Harga Komoditas Jelang Ramadhan
Saat Vaksinasi, Polres Bungo Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng Murah
PPKM Level III, Mall di Kota Jambi Hanya Buka Sampai Pukul 9 Malam