JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Konidis Danau Sipin Kota Jambi saat ini memprihatinkan. Sebab, saat ini banyak dipenuhi enceng gondok dan tumbuhan kiambang. Hal itu terjadi akibat luapan air dari Danau Buluran yang membawa material tersebut.
Kondisi itu berlangsung setiap hujan lebat turun. Jika tidak segera diatasi, tumbuhan tersebut akan tumbuh subur dan mengganggu aktivitas wisata dilokasi tersebut.
Jamilah, Warga RT 32 Kelurahan Legok mengatakan, adanya enceng gondok dan kiambang tersebut mengganggu laju ketek hias yang biasa melintas. Selain itu, juga para penambang perahu kecil juga terganggu. "Kalau banyak tentu mengganggu. Orang cari ikan (Tangkul, red) susah. Pemandangan juga kurang enak, sekarang juga sepi pengunjung," katanya Minggu (4/9).
Sementara itu, Andi yang juga warga setempat mengatakan jika pihaknya kesulitan mencari ikan akibat kondisi itu. "Susah cari ikan kalau banyak sampah. Biasanya kalau banjir besar nanti akan hanyut ke Batanghari. Tapi juga pasti ada yang tertinggal, tidak semuanya hanyut. Kalau tidak banjir besar, tidak bisa keluar, tetap berkembang biak di Danau Sipin," katanya.
Ia berharap pemerintah bisa melakukan upaya untuk menahan laju enceng gondok dan kiambang dari Danau Buluran ke Danau Sipin. "Kalau tidak bakal masuk terus kalau musim hujan, dan nanti bisa berkembang biak," pungkasnya. (ali)
Longsor di Jalan Kerinci-Merangin, Kapolres Merangin: Jalan Sudah Bisa Dilalui Kendaraan
Jalan Kerinci-Merangin Diterjang Longsor, Kendaraan Sulit Melintas
Pemkot Jambi Siapkan Anggaran Rp9,8 Miliar untuk Rehab 13 Sekolah
Ratusan Warga Jambi Terdeteksi Gangguan Jiwa, Pemkot Bakal Bentuk TPKJM Kelurahan