DUNIA saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi diambang resesi dan perang masih saja terjadi. Di tengah gejolak tersebut, krisis pangan membayangi karena produksi pangan yang diramal akan seret.
Kondisi kelangkaan pangan yang dialami sebagian besar masyarakat di suatu wilayah yang disebabkan oleh, kesulitan distribusi pangan, dampak perubahan lingkungan iklim, bencana alam dan lingkungan, dan konflik sosial, termasuk akibat perang.
Mengantisipasi Ancaman Krisis Pangan, Kementerian Pertanian menyatakan kesiapan Indonesia dalam menghadapi krisis pangan global dengan memperkuat strategi ketahanan pangan dan melaksanakan Program Upsus Pajale, di mana Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai sehingga mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.
Menurut Menko Airlangga Ketahanan pangan bukan hanya menjadi prioritas tapi juga menjadi target kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, dan Pemerintah telah merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan penguatan ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Jember sebagai salah satu sentra jagung yang menjalankan program Upsus Pajale dan Kecamatan Ambulu juga merupakan salah satu daerah yang menjalankan program UPSUS PAJALE untuk kegiatan penambahan luas areal tanam baru (PATB) jagung di Kabupaten Jember.
Selain upaya menjaga tingkat produksi beras agar tetap swasembada, berbagai upaya alternatif juga disiapkan oleh pemerintah demi menjaga ketahanan pangan.
Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian tanah mengatakan Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman pangan lokal.
Di Indonesia Terdapat enam komoditas sumber karbohidrat yang disiapkan Kementerian tanah, yakni, ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan talas. Adapun pisang, kentang, dan talas diikutkan pada program ini untuk mendukung diversifikasi pangan.
Keenam komoditas tersebut akan digunakan Indonesia ketika menghadapi ancaman krisis pangan.
Berapa negara di benua Afrika, negara Asia, serta bahkan untuk Amerika dan Inggris saja sudah mulai terlihat nyata ancaman tersebut.***