JAMBIPRIMA.COM,JAMBI – Kondisi sebagian Candi Solok Sipin, yang berada di tengah pemukiman RT 16, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, saat ini seperti tak terawat.
Bahkan beberapa titik di dalam kawasan Candi Solok Sipin tersebut, menjadi tempat warga sekitar untuk meletakkan atau mengkandangkan ayam peliharaan mereka.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana saat meninjau Candi Solok Sipin bersama dengan Yayasan Sungai Batanghari, Kamis (27/10), mengatakan, Candi Solok Sipin merupakan pusat pemerintahan pada zamannya, yang membentang hingga Rumdis Danrem 042/GAPU.
“Ini tentu menjadi perhatian dan kami mendukung Yayasan Sungai Batanghari, untuk mengangkat sejarah yang gugur. Di mana zamannya dulu, menjadi peradaban yang luas,” kata Maulana.
Tentu langkah pemugaran akan dilakukan. Namun Pemkot Jambi sedang menyiapkan lokasi tersebut menjadi situ cagar budaya, melalui tiga kali sidang akademik.
“Pada APBD Perubahan ini kita siapkan, kalau sepakat, nanti akan kita tetapkan sebagai cagar budaya. Sehingga pembiayaan pemugaran bisa didukung, termasuk sinergi antara Kementerian dan Pemprov Jambi, harapannya ini segera terwujud,” jelasnya.
Maulana pun mengatakan, dimungkinkan masih banyak potensi bangunan sejarah yang membentang luas di kawasan tersebut.
“Untuk mengalirkan anggaran ke pemugaran harus ditetapkan dulu sebagai situs cagar budaya, termasuk tahapan seminar. Jika sudah ditetapkan, nanti maintenancenya dilakukan Pemkot Jambi, sementara pemugaran oleh Kementerian maupun pemerintah pusat didukung Yayasan Sungai Batanghari,” jelas Maulana.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Yayasan Sahabat Sungai Batanghari, Antoni Zeidra Abidin menyebutkan, pihaknya konsen memperhatikan pemugaran ini lantaran, untuk mengembalikan apa yang pernah menjadi peradaban di bagian Pulau Sumatera.
“Hanya di sini (Jambi,red) yang luasannya mencapai 3.000 hektare dan 90 candi, tidak ada di seluruh dunia. Namun baru kali ini ada perhatian serius,” kata dia.
Menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi perhatian oleh Yayasan Sahabat Sungai Batanghari saja. Namun juga telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. “Sehingga memang kita perlu untuk melakukan berbagai hal, untuk melihat seperti apa peradaban pada masa lampu melalui peninggalan-peninggalan pra sejarah ini,” pungkasnya. (Ahmad)