JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Pemerintah kota Jambi terus memantau harga bahan pokok. Hal itu guna menghindari lonjakan harga, dan menahan laju inflasi.
"Prediksi beberapa komoditi yang mengalami lonjakan itu daging ayam, beras premium, cabai sudah mengalami devaluasi," kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha usai upacara HUT Korpri ke-51, Rabu (7/12).
Fasha mengatakan, jika terjadi lonjakan terhadap bahan pokok, Pemkot Jambi bakal melakukan intervensi atau jika diperlukan bakal lakukan operasi pasar.
"Kita sudah ada dana BTT," katanya.
Sementara itu, Kabid IKP Dinas Kominfo Kota Jambi, Hendra Saputra dalam rilisnya mengatakan, kondisi inflasi Kota Jambi terus melandai turun. Angka inflasi Kota Jambi pada bulan November 2022 (YoY) senilai 6,07 persen.
Kota Jambi mengalami inflasi negative (deflasi) 0,55 persen (MtM). Sehingga inflasi tahun kalender atau inflasi kumulatif dari bulan Januari hingga November 2022 (YtD) menjadi 5,56 persen dan inflasi 12 bulan terakhir (YoY) menjadi 6,07 persen (November 2022 terhadap November 2021).
Kata Hendra, dari 90 Kota IHK (Indeks Harga Konsumen) secara nasional, Kota Jambi berada pada peringkat 34 untuk inflasi y to d dan peringkat 40 untuk inflasi y o y.
"Beras dan daging ayam ras masih mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi. Harga Cabe merah dan cabe rawit turun cukup signifikan di bulan November jika dibandingkan Oktober, sehingga memberikan andil deflasi terbesar di Kota Jambi," jelasnya.
Sementara Indeks pembangunan manusia tahun 2022 meningkat 0,71 persen dari 79,12 ditahun 2021 dan 79,58 pada tahun 2022 (meningkat 0,46%). Semua indikator pembentuk IPM meningkat. Salah satu andilnya adalah penanganan Covid-19 berjalan baik di Kota Jambi, sehinga seluruh sektor ekonomi kembali bergeliat, sektor pendidikan kesehatan pun berangsur pulih. (Ahmad)