Oleh: Salsabilla Meylani (Mahasiswi Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi)

Rendahnya Minat Baca di Indonesia

Sabtu, 10 Desember 2022 - 17:56:22 WIB - Dibaca: 1532 kali

Salsabila Meylani
Salsabila Meylani (Istimewa )

“Anda adalah apa yang anda baca.”

Ungkapan ini singkat, akan tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Hal ini disebabkan membaca menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan karakter seseorang. Tak hanya itu, membaca juga dapat membawa seseorang untuk menemukan jati dirinya dan meningkatkan kualitas diri.

Hampir semua orang meyakini tentang kebaikan yang dikandung dalam sebuah buku. Namun, tak sedikit orang yang justru menganggap buku sebagai bacaan membosankan dan tidak menarik. Seringkali orang khususnya para mahasiswa lebih betah memandangi layar ponsel mereka selama berjam-jam daripada membaca buku meskipun hanya satu lembar. Hal ini cukup menjelaskan mengapa buku semakin jauh dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

Seringkali kita mempertanyakan kenapa negara kita menjadi negara yang jauh tertinggal di banding negara lain. Kita berbicara jauh pada hal – hal yang bukan menjadi akra permasalahan. Seperti mempertanyakan apakah ada yang salah dalam system perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental pemuda - pemudi Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita. 

Pada kenyataannya satu –satunya jalan menuju kemajuan itu adalah membaca.  

Buku adalah gerbang menuju dunia pengetahuan yang sangat luas dan dalam. Dengan membaca buku, kita dapat membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.

Akan tetapi, minat baca masyarakat di Indonesia sangatlah rendah. Banyak riset nasional maupun internasional menghasilkan sebuah indeks minat baca memposisikan negara Indonesia di bagian yang jauh dari harapan. 

Menurut hemat penulis, ketertinggalan Indonesia saat ini merupakan konsekuensi logis daripada rendahnya minat baca masyarakat. Oleh karena apabila tidak membaca, kita tidak akan mengetahui dan memahami informasi global. Kita tidak bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang otomatis berdampak pada ketertinggalan bangsa dan negara kita. Dengan membaca dapat memberikan pengetahuan, memperluas wawasan bahkan menstimulasi kreatifitas serta mengasah kemampuan fokus dan berpikir kritis. Membaca dapat merangsang lahirnya inovasi-inovasi baru untuk berkreasi dan berprestasi. Singkatnya, Kemajuan sebuah bangsa dapat diukur dari parameter tinggi atau rendah minat baca masyarakatnya.

Maka daripada itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih unggul di sumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu kita tiru dan kita terapkan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.***

 

Membacalah maka kamu akan hidup !!





BERITA BERIKUTNYA