JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi mencatat pertumbuhan jumlah Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) cukup pesat. Hingga Desember 2022, jumlah UMKM di Kota Jambi mencapai 60 ribu lebih.
"Dari 60 ribu itu, 57.470 sudah terverifikasi," kata Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi, Komari, Kamis (29/12).
Kata dia, sebanyak 21.186 UMKM bergerak di bidang kuliner. Sementara sisanya ada yang bergerak di bidang fashion, kerajinan, jasa dan lainnya.
"Secara kepemilikan ada yang mandiri, ada juga yang kelompok," katanya.
Komari mengatakan pelaku UMKM di Kota Jambi, masih didominasi oleh warga yang memang belum terlalu paham dengan digitalisasi. Sehingga, ketika ada penyuluhan maupun bimbingan teknis (bimtek) belum diaplikasikan untuk mendukung usahanya.
Untuk itu kata dia, masih perlu adanya sosialisasi, dan juga regulasi, agar para pelaku UMKM, dapat memanfaatkan era digital.
"Kebanyakan pelaku UMKM kita, belum melek digital, sehingga masih perlu sosialisasi yang matang," tuturnya.
Dia menambahkan pada masa pandemi COVID-19, digitalisasi sangat berpengaruh besar terhadap usaha para UMKM, terbukti dengan memanfaatkan digital, ada beberapa UMKM yang malah berkembang.
Pemerintah sebut dia, selalu memberikan pendampingan dan juga bantuan usaha.
"Ada kita bantu alat-alat produksi, ada juga kita bantu melalui dana insentif daerah (DID) senilai Rp3 miliar dan APBD Murni Rp1,3 miliar untuk sarana dan prasarana," pungkasnya. (Ahmad