JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Pihak Bank Indonesia mewaspadai dan mengantisipasi potensi terjadinya peningkatan peredaran uang yang diragukan keasliannya atau uang palsu pada moment tahun politik. Karena dari pengalaman sebelum-sebelumnya, pada momen tahun politik saat Pemilihan Umum seperti tahun 2019 misalnya, temuan uang palsu menunjukkan peningkatan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Hermanto saat Kegiatan Temu Wartawan Bank Indonesia menyebutkan, meski tidak dapat dipastikan bahwa peredaran uang palsu akan meningkat saat momen tahun politik, namun peningkatan peredaran uang palsu saat momen tersebut merupakan siklus historis yang terjadi selama ini. Oleh sebab itu Bank Indonesia akan semakin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Cinta, Bangga dan Paham Rupiah kepada masyarakat terutama yang tinggal di pelosok.
"Ya itukan siklus ya, kita tidak mengatakan pasti terjadi, tapi itu siklus historis.Tapi kan namanya juga perputaran uang semakin meningkat ada indikasinya akan kesitu juga. Tapi kita mengantisipasi, kita menggalakkan sosialisasi tentang keaslian uang rupiah ke masyarkat," ujar Hermanto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi.
Data pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menunjukkan, pada tahun 2018 temuan uang palsu di Provinsi Jambi sebanyak 986 lembar, dan pada tahun 2019 yang bertepatan dengan momentum Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), serta Pemilihan anggota Legislatif (Pileg) jumlah temuan melonjak menjadi 1.736 lembar. Pada tahun 2020 jumlah temuan uang palsu turun menjadi 584 lembar, tahun 2021 temuan meningkat 300 persen menjadi 1.578 lembar.
Namun setelah tahun 2021 ketika Bank Indonesia gencar melakukan sosialisasi tentang Cinta Rupiah yang didalamnya juga mencakup cara mengenali cirri-ciri keaslian uang rupiah, temuan uang palsu turun menjadi 1.068 lembar.
Pemkot Jambi Sediakan Layanan Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Forwari Peringati HPN di Puncak Tirai Embun Kerinci dengan Ngopi Jurnalistik
Rumah Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat Diserbu Ratusan Nelayan, Ada Apa?
Diberlakukan Dalam Waktu Dekat Ini, Fasha: Kenaikan Tarif Air Bersih Disesuaikan dengan SK Gubernur
Optimalisasi Terminal Rawasari, 80 Persen Tenan Sudah Terisi