JAMBIPRIMA.COM,JAMBI - Wali Kota Jambi, Syarif Fasha meminta agar mempercepat proses belanja dana pemerintah. Sehingga bisa berdampak pada sektor UMKM hingga penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Jambi.
"Sudah saya perintahkan Bappeda untuk menangani kemiskinan ekstrem selama satu tahun ini. Berikan bantuan peralatan, sembako dan kegiatan-kegiatan perekonomian akan kita pusatkan untuk masyarakat miskin ekstrem ini," jelas Fasha, Kamis (9/2).
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Noviarman menjelaskan pihaknya akan fokus pada penanganan miskin ekstrem. Dimana, dijelaskan Noviarman berdasarkan Instruksi Presiden pada tahun 2024 diarahkan seluruh daerah sudah tidak ada lagi masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem.
"Terkait inflasi sasaran kami Dinas Sosial tetap kepada miskin ekstrem, karena landasannya adalah Inpres. Dalam Inpres tersebut penghapusan kemiskinan ekstrem untuk 2024 supaya bisa nol persen di setiap daerah," jelasnya.
Ia menjelaskan, saat ini Dinas Sosial Kota Jambi tengah melakukan pemetaan terhadap masyarakat yang masuk kedalam kategori miskin ekstrem.
Noviarman juga menyebutkan, pihaknya akan memprioritaskan bantuan sosial kepada masyarakat dengan kategori miskin ekstrem.
"Jadi kita tetap prioritas bantuan sosial kepada warga dengan kategori miskin ekstrim," ujarnya.
Lebih lanjut, Noviarman menjelaskan bahwa masyarakat yang masuk kedalam kategori miskin ekstrem ialah masyarakat yang penghasilannya dibawah Rp11 ribu per hari.
"Untuk di Kota Jambi, masyarakat desil satu ini berjumlah 10.586 per sepuluh dari jumlah data nasional. Sementara persentil data dari Menko PMK yang kita terima lebih kurang 6.580," jelasnya. (Ahmad)
Warga 4 Kecamatan di Merangin dan Desa Sungai Jernih Tolak PT APN Beroperasi
7 Petani di Tanjab Timur Diduga Dianiaya Oleh 50 Security PT Kaswari Unggul
Pemkot Jambi Sediakan Layanan Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Forwari Peringati HPN di Puncak Tirai Embun Kerinci dengan Ngopi Jurnalistik
Rumah Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat Diserbu Ratusan Nelayan, Ada Apa?