JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Pemerintah Desa Rantau Limau Manis Kecamatan Tabir Ilir dikomandoi Kades Aswani, bersama Masyarakat buat Rumah Adat Kuta Hayo hilang dalam mencari Fakta.
Dibuat pencari Fakta tidak lepas dorongan dari masyarakat setempat dan pemerintah daerah kabupaten Merangin, dalam menaikkan budaya Tabir itu.
Awalnya, terpikir oleh masyarakat dalam mencarikan, ada berapa keanehan saat masyarakat memasuki hutan Rantau Limau Manis, dan menemukan berapa keanehan seperti baru bata seperti candi.
Cerita itupun tak sampai disitu saja, pernah juga ada berapa alat berat jenis excavator memasuki hutan daerah Kuta Hayo namun mati mesin dan tidak bisa bergerak lagi.
Hingga masyarakat setempat pun sepakat mencari cadar budaya yang hilang, dan menjadi ikon Tabir Raya nantinya.
"Kita dari pemerintah desa dan kecamatan Tabir Ilir dan masyarakat , sekarang mulai melakukan peletakan Batu pertama mendirikan rumah adat Kuta hayo, "ungkap Kades Asnawi yang didukung Masyarakat dan Kades lainnya.
Aswani juga akan melaporkan kepada Bupati Merangin bersama Kades lain dalam kegiatan mencari peta Kuta Hayo nantinya.
Sementara Kabid Kebudayaan Whenie Faiz melalui Stafnya mengatakan sengat dengan adanya ide dalam pencarian fakta cagar budaya.
"Wah itu bagus itu ada dorongan masyarakat, secepatnya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam mencari cagar budaya Merangin yang hilang,"tutupnya.(lan)
Tiga Dewas Perumda Tirta Mayang Resmi Dilantik, Fasha Ingatkan Target 100 Ribu Sambungan di 2024
Paripurna Kedua, Fraksi-Fraksi DPRD Tanjabbar Sampaikan Pandangan Umum Ranperda APBD Tahun Anggaran
DPRD Sungai Penuh Gelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap 2 Ranperda Inisiatif Dewan
Nenek Hafsah Vs RPSL, Pemkot Jambi akan Fasilitasi Mediasi Lanjutan