JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) diawal hingga pertengahan tahun 2023 di Kota Jambi cukup tinggi. Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat sebanyak 218 kasus DBD dengan lima pasien meninggal dunia terjadi sejak awal Januari hingga Juli. Hal itu disampaikan oleh Kadinkes Kota Jambi, Ida Yuliati, Senin (7/8).
"Lima di antaranya meninggal dunia. Sehingga memang, kasus DBD ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak," katanya.
Dia menambahkan, tahun lalu jumlah yang meninggal ada sebanyak 4 orang. Artinya kondisi tahun ini yang belum selesai, dapat dikatakan meningkat.
Lebih lanjut, kasus DBD yang merenggut nyawa manusia ini, disebutkan dirinya dominan terjadi di wilayah Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi.
Faktor yang mempengaruhi adanya korban jiwa ini, seperti adanya keterlambatan orang tua untuk membawa anak mereka yang terserang DBD ke rumah sakit.
"Jadi rerata orang tua menganggap demam yang terjadi adalah demam biasa. Sehingga enggan membawa ke rumah sakit atau Puskesmas. Ini yang menjadi salah atu faktor penyebabnya," tutupnya.
Untuk diketahui, puluhan warga Kota Jambi diserang demam berdarah dengue (DBD).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Jambi, sejak Januari hingga Februari 2023 lalu, setidaknya sudah ada 49 orang warga terserang DBD.
Dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, dr Rini Kartika, sejak awal Januari 2023 sudah ditemukan 49 kasus DBD. Dari kasus tersebut dua di antaranya meninggal dunia.
Rini menjelaskan, DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan ditandai dengan demam tinggi yang mendadak.
Biasanya sebut dia, saat sudah musim hujan, banyak genangan air, sehingga muncul jentik nyamuk.
"Kita imbau masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk," katanya.
Lebih lanjut ia menyubutkan, gejala pasien DBD biasanya mengeluhkan demam tinggi, dan muncul bintik merah di kulit.
"Demam mendadak, biasanya suhu tubuh diatas 38 derajat," ujarnya.
Rini mengatakan, jika ada masyarakat yang merasakan gejala tersebut dan demam tinggi yang tidak turun-turun maka untuk segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat.
"Harus banyak minum air putih, bisa makan berkuah, sayur. DBD ini tidak ada vaksin dan obat. Datang berobat ke faskes terdekat," katanya.
Untuk antisipasi munculnya nyamuk DBD, masyarakat dihimbau untuk rutin menguras dan membersihkan bak penampungan air.
Ada Lahan Pertanian dan Intake PDAM Tirta Mayang Jadi Alasan Menolak
Masih Cari Formulasi Pengolahan Air Lindi, TPA Talang Gulo belum Dihibahkan ke Pemkot Jambi dan Belu
Pemkab Tanjabbarat Gelar Festival Pengabuan, Masyarakat Disajikan Berbagai Hiburan
Akhirnya Korban yang Tenggelam di Bekas Galian Tambang di Kemantan Tebo Ditemukan